Trump dan Dunia di Sidang Majelis Umum PBB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menyampaikan pidato pertamanya pada sidang Majelis Umum PBB.
Para pemimpin negara-negara dunia termasuk Presiden AS Donald Trump memanfaatkan sidang Majelis Umum PBB untuk menjelaskan program dan kinerjanya di kancah politik luar negeri dan internasional. Pada sidang ke-71 sidang Majelis Umum PBB, Trump akan menyampaikan pidato perdanaya di hadapan para pemimpin dunia dan peserta sidang. Perspektif, sikap, pernyataan kontroversial dan bertentangan dengan kesantuan internasional Trump dalam beberapa bulan terakhir sejak dia menjabat sebagai Presiden AS, membuat rencana pidatonya sebagai sorotan publik dan media internasional.
Diperkirakan Presiden AS akan kembali melontarkan retorika terhadap sejumlah negara seperti Rusia, Cina, Iran, Suriah, Korea Utara dan Venezuela, serta memaparkan strateginya dalam menghadapi berbagai tantangan internasional. Dalam hal ini, tampaknya slogan "American First" akan menjadi patokan pidato Trump di Majelis Umum PBB. Isu yang sangat bertentangan dengan tujuan dan piagam PBB.
Jaff Mason, seorang analis politik dalam hal ini mengatakan, "Donald Trump pada sidang Majelis Umum PBB akan mengemukakan slogannya, 'American First' dan berupaya menggalang dukungan dari banyak negara untuk mengambil langkah bersama menghadapi Korea Utara, sementara di satu sisi, Trump sendiri tidak memiliki keyakinan terhadap masyarakat internasional."
Trump sebelumnya dan pada masa kampanye pilpres tahun lalu, berulangkali menyerang dan meremehkan PBB. Sejumlah penasehat Preside Amerika Serikat yang memiliki pandangan konservatif dan nasionalis, pada umumnya menafikan peran lembaga-lembaga internasional khususnya PBB.
Trump juga dengan pengurangan bujet Kementerian Luar Negeri AS dan bantuan asing negara ini termasuk bantuan untuk PBB dan misi-misi perdamaiannya, berupaya mengesampingkan mekanisme diplomatik dalam menyelesaikan friksi internasional dan bahkan menekan lembaga internasional terbesar di dunia tersebut.
Pada saat yang sama, Trump juga mengumbar perag dan literatur kontrontatif dengan negara lain, termasuk di antaranya yang paling jelas adalan ancaman penghancuran Korea Utara. Trump dengan arogan melawan sebuah kesepakatan internasional yaitu kesepakatan Paris yang sangat berkaitan erat dengan nasib umat manusia dan masa depan dunia.
Tidak hanya itu, hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat internasional adalah sikap opotunis pemeritahan Trump terhadap berbagai kesepakatan internasional termasuk kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang ditandatangani lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman dengan Iran.
Atas berbagai pertimbangan tersebut, wajar jika pidato Trump pada sidang Majelis Umum PBB tahun ini akan menjadi sorotan media dan publik dunia.(MZ)