Reaksi Terhadap Pidato Memalukan Trump di Majelis Umum PBB
https://parstoday.ir/id/news/world-i44623-reaksi_terhadap_pidato_memalukan_trump_di_majelis_umum_pbb
Pidato perdana Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat reaksi luas elit politik dan media massa dunia.
(last modified 2026-05-14T10:24:37+00:00 )
Sep 20, 2017 13:54 Asia/Jakarta

Pidato perdana Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat reaksi luas elit politik dan media massa dunia.

Trump dalam pidato berapi-api dan arogannya, mengancam perang dan kehanduran semua negara yang tidak seiring dengan politik Amerika Serikat. Presiden AS mengulang klaim tidak berdasarnya soal kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan menuding Republik Islam tidak menjamin kebebasan, mendukung terorisme dan berupaya menggapai senjata nuklir. Trump mengatakan, "Kesepakatan [JCPOA] ini membuat malu Amerika, dan Amerika Serikat tidak akan tetap bertahan pada kesepakatan sepihak yang tidak menguntungkan negara ini."

Selain PM Israel, Benjamin Netanyahu dan politisi radikal seperti John Bolton, Trump juga mendapat kritikan luas atas klaim tidak berdasarnya itu. Salah satu politisi pertama yang mereaksi pidato Trump adalah Presiden Perancis, Emmanual Macron. Dikatakannya, mengingkari kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia adalah sebuah kesalahan besar dan bahwa upaya kami adalah dalam rangka mencegah pro-liferasi nuklir sehingga menghasilkan kesepakatan yang kokoh.

Menyinggung JCPOA dan menyindir pidato Trump, Macron mengatakan, "Sekarang berbalik dari kesepakatan ini tanpa ada usulan apapun, adalah sebuah kesalahan besar dan tidak komitmen terhadapnya berarti bentuk tidak tanggung jawab karena kesepakatan ini bermanfaat dan sangat penting demi perdamaian."

Menteri Luar Negeri Iran, Mohamamd Javad Zarif, usai pidato Trump mengatakan, "Pernyataan arogan dan bodoh Presiden Amerika Serikat, serta penistaan terhadap fakta-fakta Republik Islam dalam politik dalam negeri, luar negeri, pemberantasan terorisme, membuktikan ketidaktahuan serta sikap dan ucapan untuk mengelabuhi opini publik, di samping berbagai kenyataan seperti dukungan pemeritah AS terhadap rezim kriminal Zinois dan rezim-rezim diktator regional, serta pembentukan dan penguatan kelompok teroris, tidak akan menghasilkan apapun kecuali keterasingan peemrintah AS di kancah dunia."

Daianne Feinstein, Senator AS dari California, mereaksi pidato Trump di Majelis Umum PBB dan mengatakan, tujuan pembentukan PBB adalah menjamin perdamaian dan meningkatkan kerja sama internasional… akan tetapi sekarang, Presiden [Donald Trump] menjadikannya sebagai tribun untuk mengumbar ancaman perang."

Mungkin belum pernah terjadi dalam sejarah PBB, pidato Presiden AS di Majelis Umum, mendapat reaksi negatif seluas ini baik di dalam negeri AS atau dari masyarakat dunia.

Feinstein mengatakan, mungkin Presiden AS berupaya menyatukan masyarakat dunia dengan menebar ketakutan dan kekhawatiran. Akan tetapi pada praktiknya hanya Amerika Serikat yang semakin terkucil.

Margott Walstrom, Menteri Luar Negeri Swedia, ketika menjawab pertanyaan para wartawan soal pidato Trump di Majelis Umum PBB mengatakan, "Itu adalah pidato yang keliru, pada waktu yang keliru dan untuk orang-orang yang keliru."(MZ)