Perang Dingin Rusia dan Barat
https://parstoday.ir/id/news/world-i45745-perang_dingin_rusia_dan_barat
Para pejabat Moskow memperingatkan akan mengambil langkah-langkah balasan untuk membatasi aktivitas media massa AS di Rusia.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Okt 11, 2017 14:58 Asia/Jakarta

Para pejabat Moskow memperingatkan akan mengambil langkah-langkah balasan untuk membatasi aktivitas media massa AS di Rusia.

Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia pada Ahad (8/10/2017) mengatakan, Moskow mereaksi eskalasi tekanan terhadap Russia Today di Amerika Serikat dengan membatasi aktivitas media massa Amerika Serikat di Rusia.

Telah ditetapkan undang-undang pada tahun 1991 di Rusia yang mengijinkan pemerintah Moskow untuk memberlakukan batasan terhadap media negara-negara asing yang memberlakukan batasan terhadap media massa Rusia

Di Washington, sejumlah elit politik menuding Russia Today mencampuri politik dalam negeri Amerika Serikat. Mereka berpendapat bahwa jaringan pemberitaan tersebut berperan besar dalam kemenangan Donald Trump pada pilpres tahun lalu. Akan tetapi Russia Today menolak klaim itu dan berpendapat bahwa pernyataan tersebut merupakan upaya di dalam negeri Amerika untuk mencoreng citra Trump.

Pada bulan Maret, parlemen Rusia meratifikasi penyelidikan soal media massa Amerika Serikat. Berdasarkan ratifikasi tersebut, akan diteliti soal apakah CNN, VOA, Free Europe Radio dan sejumlah media lain bertindak sesuai undang-undang Rusia atau tidak?

Telah selama beberapa tahun, Rusia banyak berupaya di bidang kekuatan lunak di mana aktivitas media massanya telah meningkat di seluruh dunia dan mereduksi jaraknya dengan sistem pemberitaan mainstream Barat. Langkah ini benar-benar menjadi tantangan besar bagi media massa Barat.

Pusat analisa Martens Center di dewan kebijakan Brussel dalam laporanya dengan tajuk, "Beruang Berbulu Domba" menyebutkan, media massa dan koran Rusia yang paling berpengaruh di antaranya adalah Sputnik, Russia Today dan Rosiskaya Gazetta, memiliki pengaruh besar dalam opini publik Eropa. Kekhawatiran mereka bahkan sekarang telah mencakup isu-isu politik makro.

Menurut para pengamat politik, sejak dimulainya kampanye di Amerika Serikat, para pejabat negara itu berulangkali telah mengungkapkan kekhawatiran mereka soal intervensi Rusia dalam pilpres AS. Dengan demikian Amerika Serikat secara tidak langsung telah mengumumkan perang media.

Di sisi lain, media massa Barat dan AS menggulirkan perang psikologis di Rusia dan menciptakan jarak antara warga dengan pemerintahan Vladimir Putin.

Perang psikologis di Rusia dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mendukung lembaga-lembaga swadaya masyarakat dan juga sejumlah media yang vokal terhadap pemerintah. Tujuannya adalah memprovokasi dan mendorong masyarakat Rusia untuk melakukan pemberontakan sipil dan berdemonstrasi melawan pemerintah Moskow.

Secara keseluruhan, Rusia dan Barat saat ini sedang kembali bernostalgia dengan era perang dingin. Bedanya, saat ini perang dingin tersebut saat ini dikerahkan dengan menggunakan media cyber.(MZ)