Jurang Friksi AS-Eropa Soal JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i46089-jurang_friksi_as_eropa_soal_jcpoa
Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengulang sikap anti-Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan melanjutkan tuduhan infaktual terhadap Iran, negara-negara Eropa menekankan pentingnya menjaga dan mempertahankan kesepakatan tersebut.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 18, 2017 15:14 Asia/Jakarta

Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengulang sikap anti-Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan melanjutkan tuduhan infaktual terhadap Iran, negara-negara Eropa menekankan pentingnya menjaga dan mempertahankan kesepakatan tersebut.

Trump, pada Selasa malam (17/10/2017) melanjutkan aksi proyeksi anti-Iran dengan menuding Republik Islam Iran sangat berbahaya seraya mengklaim bahwa strategi barunya terhadap Iran akan mencegah Tehran menggapai senjata nuklir.

Trump dalam wawancaranya dengan Heritage Foundation, mengulang tuduhannya terhadap bangsa Iran dan bahkan menuding Republik Islam mendukung terorisme.

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, dalam sebuah pernyataan setelah sidang para menlu Uni Eropa di Luxemburg dan perilisan pernyataan lembaga ini terkait JCPOA, kembali menekankan urgensi kesepakatan ini dan mengatakan, "Dengan kesepakatan internasional ini, baik dunia dan bangsa Iran keluar sebagai pemenang."

Mogherini menilai kesepakatan JCPOA sebagai kesepakatan win-win dan menjelaskan, "Berdasarkan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Republik Islam Iran hingga kini telah melaksanakan komitmennya."

Para Menlu Iran dan Perancis pada Selasa petang, dalam kontak telepon kedua terkait JCPOA, menegaskan kembali keharusan komitmen semua pihak penandatangannya. Presiden Perancis, Emmanuel Macron sebelumnya menandaskan, Paris tidak sependapat dengan Washington terkait Tehran."

Sementara itu, Menlu Inggris, Boris Johnson  pada hari yang sama di parlemen rendah negara ini mengatakan, "JCPOA akan tetap hidup dan tidak akan terusik."

Menyinggung kemungkinan keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA, Johnson mengatakan, "Tekad kami dalam partai dan pemerintahan ini adalah bekerjasama dengan Perancis, mitra di Jerman, Cina, Rusia dan seluruh anggota Uni Eropa untuk menjaga kesepakatan tersebut."

JCPOA sejak awal merupakan sebuah kesepakatan multilateral yang telah diakui oleh Dewan Keamanan PBB sebagai dokumen internasional melalui sebuah resolusi. Namun Amerika Serikat tidak bertindak rasional terkait JCPOA. Tujuan Amerika Serikat adalah menghalangi pelaksanaan JCPOA dan menjegal perluasan hubungan ekonomi Iran dengan negara-negara lain. Namun perusahaan-perusahaan besar Eropa dan Asia tetap bekerjasama dengan Iran.

Patrick Pouyanne, direktur utama Total Perancis, pada hari Selasa mengatakan, penolakan Trump untuk mengakui komitmen Iran terhadap JCPOA, tidak akan mempengaruhi seluruh proyek dan kontrak kerja sama negara ini dengan Republik Islam.

Total Perancis dalam beberapa waktu terakhir telah menandatangani kesepakatan pengembangan fase 11 ladang minyak Pars Selatan senilai 4,8 miliar dolar dengan perusahaan nasional minyak Iran.

Sekarang perselisihan pendapat antara Eropa dan Amerika Serikat bukan hanya dalam masalah JCPOA saja melainkan juga di bidang perdagangan dunia, lingkungan hidup dan pelaksanaan traktat perlucutan senjata. Perilaku AS di hadapan JCPOA semakin membuktikan bahwa Amerika Serikat memang tidak dapat dipercaya.(MZ)