AS Menolak Menyikapi Pembantaian Muslim Rohingya
-
Kondisi Pengungsi Muslim Rohingya
Pemerintah Amerika yang senantiasa mengklaim sebagai pembela Hak Asasi Manusia (HAM) hingga kini belum mengambil sikap yang jelas terkait pembantaian Muslim Rohingya.
Laman Majalah Wax menulis, setelah represi politik terhadap pemerintah Amerika, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson pekan lalu dalam sebuah sikap tak jelas dan pasif mengecam penumpasan Muslim Rohinya oleh militer Myanmar.
Dalam hal ini, Tillerson tidak menyebut penumpasan, pembantaian dan pengungsian ribuan Muslim Rohingya sebagai genosida atau kejahatan anti kemanusiaan.
Menurut sumber ini, kejahatan di Myanmar terjadi ketika negara ini terancam runtuh dan Amerika tidak melakukan upaya apapun untuk menghentikan kekerasan ini.
Penolakan Amerika mengambil sikap terkait pembunuhan Muslim Myanmar terjadi di saat Presiden Donald Trump dua hari mendatang dijadwalkan mengunjugi Asia Tenggara termasuk Myanmar.
Sejak 25 Agustus hingga kini dan akibat gelombang baru penumpasan dan kejahatan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, lebih dari enam ribu orang tewas dan delapan ribu lainnya luka-luka. Tak hanya itu, ratusan ribu etnis tertindas ini juga terpaksa mengungsi ke Bangladesh. (MF)