Kerjasama Strategis Rusia dan India
Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj dan Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin bertemu di New Delhi pada Sabtu (23/12/2017) untuk membahas masalah perluasan hubungan bilateral di semua bidang.
Departemen Luar Negeri India dalam sebuah statemen menyatakan, kedua pihak dalam pertemuan tersebut bertekad untuk meningkatkan level kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, farmasi, interaksi regional dan pelaksanaan koridor hijau dan pengelolaan bea cukai.
Sushma Swaraj dan Rogozin turut memimpin sebuah pertemuan Komisi Antar-Pemerintah India-Rusia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Budaya (IRIGC-TEC).
Dalam pandangan India dan Rusia, pertumbuhan 22 persen di sektor perdagangan bilateral antara 2016 dan 2017 merupakan sebuah lompatan yang baik.
Moskow dan New Delhi menjalin hubungan strategis sejak era Uni Soviet, namun hubungan ini lebih fokus di bidang militer. Oleh karena itu, militer India banyak menggunakan senjata produksi Rusia.
Sejak Partai Bharatiya Janata berkuasa di India pada tahun 2014, negara itu telah mengambil langkah yang lebih serius untuk mengembangkan hubungan tidak hanya dengan Rusia, tapi juga dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat.
AS telah menandatangani kesepakatan dengan India untuk mengembangkan kerjasama nuklir dan militer dengan tujuan membendung pengaruh Cina. Namun, India – yang menghadapi tantangan regional dan internasional – tidak tertarik untuk memutuskan hubungan dengan Rusia.
Igor Denisov, peneliti senior di Institute Studi Internasional di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO University) mengatakan, India dan Rusia memiliki kondisi yang sama dalam hal masalah regional dan internasional, dan sangat penting bagi mereka untuk menemukan solusi atas persoalan ini. Secara khusus, pemanfaatan kapasitas beberapa organisasi internasional, seperti Organisasi Kerjasama Shanghai dan BRICS, sangat penting bagi kedua negara.
Perdana Menteri India Narendra Modi telah bekerja keras selama tiga tahun terakhir untuk mengembangkan hubungan India dengan Rusia mulai dari pembelian senjata hingga produksi bersama peralatan militer, dan sekaligus memperluas hubungan ekonomi.
India dengan pertumbuhan ekonomi sekitar delapan persen membutuhkan pasar yang menjanjikan, dan menganggap sanksi-sanksi Barat atas Moskow sebagai peluang yang baik untuk menggarap pasar Rusia.
Oleg Pupadikov, pakar hukum dari Moscow State Institute of International Relations (MGIMO University) menuturkan, نerjasama strategis antara Rusia dan India menyediakan landasan yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas hubungan kedua pihak. Sebagai hasil dari langkah yang diambil oleh Moskow dan New Delhi, volume perdagangan antara kedua negara telah meningkat dan naik enam kali lipat.
Sanksi Barat terhadap Rusia telah membuka peluang bagi New Delhi untuk mempererat hubungannya dengan Moskow. Di sisi lain, Rusia juga menemukan kesempatan untuk memperkuat kerjasama dengan Pakistan, rival India di kawasan.
Setelah terlibat ketegangan dengan AS, Pakistan bergerak untuk memperkuat hubungannya dengan Rusia; sebuah langkah yang membuat New Delhi mengkhawatirkan pendekatan ganda Moskow. (RM)