Tillerson kembali Ulang Tudingan Palsu terhadap Iran
-
Menlu AS Rex Tillerson
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson seraya mengulang dakwaan anti Iran menyebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) sebagai kesepakatan cacat.
Tillerson di artikelnya yang dimuat Koran New York Times mengklaim kesepakatan nuklir cacat dengan Iran tidak lagi menjadi poros dan fokus kebijakan Washington terhadap Tehran.
Ia menambahkan, pemerintah Amerika akan melanjutkan kerja samanya dengan sekutu dan Kongres untuk menemukan solusi memperbaiki berbagai kekurangan yang ada di kesepakatan nuklir.
Menlu AS juga melanjutkan sabotase dan perlawanan Washington terhadap program pertahanan dan rudal Iran. "Washington akan tetap melanjutkan lobi anti Iran di tingkat regional," papar Tillerson.
Presiden Amerika Donald Trump pada Oktober 2017 menolak mengakui komitmen Iran terhadap kesepakatan nuklir saat menyampaikan laporan enam bulanan kepada Kongres.
Sekutu Amerika di Eropa dan pihak lain di perundingan nuklir dengan Iran, seperti Rusia dan Cina menuntut JCPOA dipertahankan.
Kongres AS sampai saat ini belum melakukan langkah pasti terkait kesepakatan nuklir dengan Republik Islam Iran.
Kesepakatan nuklir Iran dan Kelompok 5+1 yang terdiri dari Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Amerika ditambah Jerman mulai diberlakukan sejak Januari 2016, namun Gedung Putih sebagai salah satu pihak di perundingan ini senantiasa tidak komitmen dalam menjalankan janjinya. (MF)