Malaysia: Israel dan Sekutunya Ancaman bagi Perdamaian di Baitul Maqdis
-
Bendera Malaysia
Wakil perdana menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi menilai rezim Zionis Israel dan sekutunya sebagai ancaman bagi perdamaian di Baitul Maqdis dan kawasan.
Seperti diwartakan IRNA hari Kamis (28/12), Ahmad Zahid Hamidi di pidatonya mengatakan, ketika masyarakat dunia menghendaki perdamaian dan stabilitas di Baitul Maqdis, rezim Zionis dan sekutunya menjadi ancaman dan kedala serius bagi keinginan masyarakat internasional tersebut.
Wakil perdana menteri Malaysia ini menambahkan, suara anggota PBB menolak mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibukota Israel mengindikaiskan bahwa masyarakat internasional menginginkan stabilitas, ketenangan dan penghormatan terhadap berbagai agama.
"Rezim zionis Israel menodai hak umat Muslim dan Kristen untuk menetap di kota Baitul Maqdis," ungkap Ahmad Zahid Hamidi.
Presiden AS Donald Trump 6 Desember 2017 mengumumkan secara resmi al-Quds sebagai ibukota Israel dan meninstruksikan pemindahan kedubesnya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.
Draf resolusi al-Quds hari Kamis pekan lalu juga diratifikasi di Majelis Umum PBB dengan 128 suara mendukung, 9 menolak dan 35 abstain.
Berdasarkan resolusi ini, PBB secara resmi tidak mengakui Baitul Maqdis sebagai ibukota Israel. (MF)