Rusia Peringatkan AS Soal Sanksi Baru
-
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan Amerika Serikat terkait sanksi baru terhadap Moskow.
Seperti dilansir Sputniknews, Jumat (29/12/2017), juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow akan mengambil aksi balasan jika AS memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia.
"AS perlu memahami realitas bahwa bermitra dengan Rusia di semua bidang akan menguntungkan mereka," tambahnya.
Dia juga menyebut sikap AS yang menuding Rusia telah melanggar Perjanjian Open Skies sebagai tidak berdasar.
Moskow, lanjut Zakharova, akan membatalkan beberapa kesepakatan dengan Washington di bawah perjanjian ini mulai Januari 2018 sebagai respon atas AS yang menciptakan hambatan untuk kegiatan observasi Rusia.

"Washington sepenuhnya telah menuduh Moskow melanggar Perjanjian Open Skies dan mengambil langkah sepihak untuk menciptakan rintangan maksimal bagi misi observasi Rusia di atas wilayah AS," tegas Zakharova.
Perjanjian Open Skies – dirancang untuk mengurangi kecurigaan dan membangun rasa saling percaya – diajukan pada masa Perang Dingin, dan akhirnya ditandatangani pada awal tahun 1990-an oleh lebih dari 20 negara.
Perjanjian tersebut mulai berlaku pada tahun 2002, yang memungkinkan para pihak untuk melakukan penerbangan pengamatan untuk memantau kegiatan militer masing-masing.
Memburuknya hubungan antara Moskow dan Washington dipicu oleh beberapa faktor yaitu; krisis di timur Ukraina, penerapan sanksi anti-Rusia oleh AS dan Uni Eropa serta pengusiran sejumlah diplomat Rusia dari Amerika. (RM)