Kongres tidak akan Setuju Trump Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran
-
Presiden Donald Trump ketika menyampaikan pidato di Kongres AS.
Mantan penasehat Partai Republik di Senat AS mengatakan, Kongres tidak akan menyetujui penarikan diri dari kesepakatan nuklir Iran, tapi sedang mengevaluasi sikap Eropa untuk merevisi kesepakatan itu.
Seperti dikutip IRNA, Ahad (4/2/2018), James George Jatras, pakar masalah hubungan internasional, urusan pemerintahan, dan legislatif, menuturkan bahwa negara-negara Eropa tidak akan mampu menghadapi tekanan Presiden Donald Trump.
Soal kesepakatan nuklir, lanjutnya, Eropa berada di persimpangan jalan karena sikap Trump yang tidak dapat diprediksi.
Jatras sendiri mengakui bahwa kesepakatan nuklir Iran adalah sebuah perjanjian internasional dan multilateral, dan tidak bisa diubah tanpa memperhatikan sikap semua anggota Kelompok 5+1.

Dia juga mengakui bahwa propaganda anti-Iran semakin kuat di Washington dan sayangnya tidak ada seorang pun di Kongres yang menentang tindakan anti-Iran oleh Trump.
"Kongres mengkhawatirkan pengucilan AS jika Eropa menentang revisi kesepakatan nuklir. Jika ini terjadi, mereka akan menyerahkan ke Trump untuk membuat keputusan apakah akan mundur atau keluar dari kesepakatan," kata Jatras.
Pada Januari lalu, Trump memperpanjang penangguhan sanksi nuklir Iran, namun mengancam bahwa ini akan menjadi perpanjangan terakhir, dan AS akan keluar jika Kongres tidak memperbaiki kesepakatan tersebut.
Sejauh ini, negara-negara Eropa, Uni Eropa, Rusia dan Cina dengan tegas mendukung kesepakatan nuklir Iran, yang juga didukung oleh Dewan Keamanan PBB dan memperingatkan tindakan AS yang ingin merusak kesepakatan yang sangat penting ini. (RM)