Rusia Sebut Keputusan AS Soal Quds, Rusak Stabilitas Timteng
-
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan keputusan Amerika Serikat mengakui al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel telah merusak stabilisasi di Timur Tengah.
Seperti dikutip IRNA, Nebenzia dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB membahas Palestina, Selasa (20/2/2018) menuturkan, pengakuan al-Quds sebagai ibukota Israel membuat semua orang putus asa dan kembali memperburuk stabilitas.
"Memperluas pemukiman Zionis akan memperparah situasi krisis di Palestina dan harus segera dihentikan," tegasnya.
Rezim Zionis selalu mengabaikan tuntutan masyarakat internasional dan terus memperluas pemukiman Zionis dengan lampu hijau dari Washington.

Nebenzia juga menyoroti kendala yang dihadapi Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) setelah pemangkasan bantuan finansial oleh pemerintah AS.
"Moskow selalu mengirim bantuan ke pengungsi Palestina, dan akan terus memberikan bantuan," tandasnya.
Menurut Dubes Rusia, satu-satunya solusi yang tersedia dalam krisis Palestina adalah pembentukan dua negara merdeka, dan permintaan Moskow kepada Israel dan Palestina adalah segera memulai negosiasi berdasarkan kesepakatan internasional sebelumnya.(RM/PH)