Duterte: Barat Jangan Intervensi Filipina dalam Perang Narkoba
-
Duterte, presiden Filipina
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte melarang segala bentuk kerja sama polisi negara ini dengan negara-negara Barat terkait penyidikan kasus narkoba.
Menurut laporan Reuters, Duterte Kamis (1/3) malam di depan polisi negara ini di kota Davao mengatakan, negara-negara Barat tidak berhak mengintervensi urusan internal Filipina, Manila akan melanjutkan perang melawan narkotika.
Negara-negara Barat dan kelompok hak asasi manusia telah menyatakan kekhawatirannya atas pembunuhan lebih dari 4.000 orang oleh polisi Filipina sejak Duterte mulai menjabat pada Juni 2016, ditambah ratusan pembunuhan terhadap pengguna narkoba oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal.
"Ketika menyangkut hak asasi manusia, atau siapa pun pelapor, pesan saya kepada Anda: Jangan menjawab. Jangan repot-repot,” kata Duterte dalam sebuah pidato di hadapan unit polisi bersenjata elit di kota asalnya Davao.
"Dan siapakah Anda untuk mencampuri cara saya menjalankan negara saya? Anda tahu betul bahwa kita ditelan narkoba," Duterte menambahkan.
Filipina menyambut baik penyelidikan Perserikatan Bangsa Bangsa mengenai kampanye anti-narkotika Duterte, tapi menolak keterlibatan pelapor khusus PBB mengenai pembunuhan di luar hukum, Agnes Callamard, yang diklaim Manila bias dan tidak memenuhi syarat.
Ketika permintaan negara-negara Barat termasuk Amerika untuk menyelidiki perang anti narkotika di Filipina meningkat, Duterte selain membela kebijakannya tersebut juga meminta aparat keamanan negaranya tidak bekerja sama dengan Barat di kasus ini.(MF)