AS Bidik Rusia, Iran dan Cina dari Afghanistan
-
Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan.
Utusan Khusus Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov mengatakan, Amerika Serikat mempertahankan kehadirannya di Afghanistan untuk menginfiltrasi negara-negara rivalnya, yaitu: Rusia, Iran dan Cina.
"AS berada di Afghanistan terutama dengan tujuan mempengaruhi proses politik di negara-negara tetangganya, sekaligus menunjukkan kekuatannya kepada rival regionalnya, terutama Rusia, Cina dan Iran," tambahnya seperti dilansir Sputniknews, Sabtu (17/3/2018).
Menurut Kabulov, AS secara jelas ingin menciptakan instabilitas di Asia Tengah dan kemudian mentransfernya ke Rusia untuk kemudian menampilkan dirinya sebagai satu-satunya pembela terhadap ancaman potensial yang muncul di wilayah tersebut.
"Jika AS dan sekutunya di NATO ingin meneruskan kebijakan destruktif mereka di Afghanistan, ini berarti bahwa Barat sedang menghidupkan Perang Dingin di belahan dunia ini," tegasnya.
Saat ini lebih dari 18.000 tentara asing, termasuk lebih dari 15.000 tentara Amerika ditempatkan di Afghanistan.
Kehadiran militer AS di Afghanistan sejak 2001 dengan dalih memerangi terorisme, tidak menghasilkan apapun kecuali kematian ribuan warga sipil Afghanistan dan kehancuran infrastruktur negara itu. (RM/PH)