Peluang Lolosnya Direktur CIA Jadi Menlu AS
-
Mike Pompeo
Salah seorang anggota senior Partai Demokrat di Komisi Hubungan Luar Negeri Senat Amerika Serikat mengaku tidak akan memberikan suaranya kepada Mike Pompeo, kandidat pilihan Presiden Donald Trump untuk menduduki pos menteri luar negeri negara itu.
Robert Menendez di salah satu lembaga think tank Washington mengatakan, Mike Pompeo sama sekali tidak punya kemampuan melihat atau menganalisa kebijakan luar negeri, oleh karena itu saya tidak akan memberikan suara kepadanya.
Penolakan Menendez ini diprediksi akan berpengaruh pada suara anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Senat dari Demokrat yang lain dan mereka akan terdorong untuk tidak memberikan suaranya kepada Pompeo. Sementara kubu Republik di komisi ini menjadi mayoritas hanya dengan kelebihan satu suara.
Sebelumnya senator Republik, Rand Paul mengumumkan penolakan untuk memberikan suara kepada Mike Pompeo karena keterlibatannya dalam upaya menunjukkan penyiksaan di tubuh agen intelijen pusat Amerika, di masa kepemimpinannya, sebagai hal biasa.
Jika hal ini sampai terjadi, maka Mike Pompeo akan menjadi orang pertama setelah 93 tahun yang tidak lolos uji kelayakan untuk menempati pos menteri luar negeri karena tidak disetujui Komisi Hubungan Luar Negeri Senat Amerika.
Selain itu, Pompeo juga punya masalah lain dengan Kongres. Kubu Republik di Kongres memiliki 51 suara dan jika Rand Paul tetap menolak memberikan suaranya kepada Pompeo, dan senator John McCain juga tidak bisa menghadiri pemungutan suara karena sakit, maka Pompeo dapat dipastikan gagal meraih suara untuk menduduki posisi menteri luar negeri Amerika.
Masalah ini menyebabkan tekanan Gedung Putih atas para senator Demokrat mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Gedung Putih berharap senator-senator Demokrat dari negara-negara bagian basis konservatif atau yang dikenal sebagai negara bagian merah yang akan bertarung dalam pemilu sela November mendatang, pada akhirnya tunduk pada tekanan tersebut.
Akan tetapi, protes terhadap Pompeo yang mengemuka dalam rapat dengar pendapat Komisi Hubungan Luar Negeri Senat mengindikasikan bahwa kubu Demokrat dengan mudah akan menolak pencalonan Direktur CIA untuk menjadi menlu Amerika.
Kubu liberal di Amerika menganggap didudukinya kursi menlu oleh seorang direktur CIA sebagai pelecehan terhadap diplomasi di negara itu. Terutama karena Mike Pompeo saat menjadi anggota DPR mewakili warga Kansas, lalu diangkat menjadi direktur CIA, selalu berada di barisan para pendukung perang dan penggunaan kekerasan Amerika dalam setiap konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Kekhawatiran tersebut semakin terbukti saat Mike Pompeo di rapat dengar pendapat dengan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat, dengan tegas mengatakan, "Saya adalah pendukung perang".
Senator independen, Bernie Sanders mengatakan, Mike Pompeo mendukung penggunaan penyiksaan dan ia memiliki hubungan yang dekat dengan kelompok anti-Muslim ekstrem, ia juga memiliki pandangan yang mendukung perang terutama terkait Iran dan Korea Utara, karenanya ia dengan mudah akan menyeret kita ke sebuah perang besar.
Selain sikap haus perangnya, dikarenakan kepatuhannya pada Donald Trump, Pompeo terus menjadi sasaran kritik. Para penentang Trump menuduhnya sebagai orang yang egois, arogan dan tidak pernah menghargai pendapat orang lain.
Para penentang Trump khawatir, kepatuhan Pompeo atas Trump yang dinilai sebagai presiden tak berpengalaman dalam politik dan kebijakan luar negeri, akan menimbulkan masalah lebih besar bagi Amerika. Dengan demikian usaha Gedung Putih menarik dukungan kepada Mike Pompeo sekarang di Kongres agar lolos dari uji kelayakan, berhadapan dengan tantangan besar. (HS)