Kerjasama Nuklir AS dan Saudi Picu Kekhawatiran
https://parstoday.ir/id/news/world-i55564-kerjasama_nuklir_as_dan_saudi_picu_kekhawatiran
Para direktur eksekutif Asosiasi Kontrol Senjata (ACA) di Amerika, menyampaikan kekhawatiran atas kesepakatan kerjasama nuklir AS dengan Arab Saudi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 23, 2018 14:31 Asia/Jakarta
  • Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berpose dengan anggota Kongres AS selama kunjungan ke Washington, Maret 2018.
    Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berpose dengan anggota Kongres AS selama kunjungan ke Washington, Maret 2018.

Para direktur eksekutif Asosiasi Kontrol Senjata (ACA) di Amerika, menyampaikan kekhawatiran atas kesepakatan kerjasama nuklir AS dengan Arab Saudi.

Daryl Kimball dan Kelsey Davenport, seperti dikutip IRNA, Senin (23/4/2018) dalam sebuah artikel di situs Arms Control Association menulis, "Kesepakatan kerjasama nuklir AS dan Saudi berpotensi membuka pintu untuk kegiatan Riyadh di bidang pengayaan uranium."    

"Terlibat dalam kerjasama nuklir dengan Arab Saudi akan membawa risiko yang signifikan," kata mereka.

Pemerintahan Trump harus menuntut pengamanan non-proliferasi yang melampaui yang diharuskan oleh undang-undang AS, termasuk komitmen Saudi untuk tidak terlibat dalam pengayaan uranium atau kegiatan daur ulang bahan bakar.

Ilustrasi reaktor nuklir.

Menurut mereka, jika Trump meninggalkan kesepakatan nuklir Iran dan menandatangani perjanjian nuklir dengan Arab Saudi, maka prospek untuk pembuatan senjata nuklir dan instabilitas di Timur Tengah akan meningkat tajam.

Saudi termasuk salah satu dari beberapa negara yang tidak menandatangani Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Riyadh dalam sebuah rencana ambisius, ingin membangun 16 reaktor nuklir selama 20-25 tahun mendatang.

Trump juga berjanji akan menghidupkan industri nuklir AS dan mengejar peluang bisnis dalam kerjasama nuklir dengan Arab Saudi. (RM)