Pandangan AS dan Perancis Tentang JCPOA
-
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron dalam konferensi pers di Gedung Putih, menjelaskan pandangan mereka terkait hubungan bilateral dan tantangan global.
Seperti yang diharapkan, pembicaraan antara Trump dan Macron di Washington lebih fokus pada masa depan kesepakatan nuklir dengan Iran (JCPOA). Selama konferensi pers, Trump kembali menyerang kesepakatan nuklir dan menyebutnya tidak dapat diterima.
Di lain pihak, Macron mengaku memiliki perbedaan pandangan dengan Trump soal kesepakatan nuklir, namun ia setuju dengan sikap pemerintah AS mengenai program rudal dan kebijakan regional Iran.
"Anda sekarang kembali mengumumkan sikap Anda tentang Iran, baik sikap yang Anda ambil selama kampanye pilpres maupun sebagai presiden AS. Jelas kita berbeda pandangan dalam masalah ini," ujar Macron dalam pesan yang ditujukan kepada Trump.
Presiden Perancis kembali menekankan agar semua pihak mempertahankan JCPOA dan menuturkan, "Anda meyakini JCPOA adalah sebuah kesepakatan yang buruk. Saya sejak beberapa bulan lalu mengatakan bahwa ini adalah kesepakatan yang cukup."
Meski demikian, Macron dan Trump sama-sama menganggap program rudal dan kegiatan regional Iran khususnya di Suriah, sebagai bahaya bagi Timur Tengah dan dunia. Presiden Perancis berjanji akan mengikuti AS dalam masalah itu.

Statemen presiden AS dan Perancis di Gedung Putih menunjukkan bahwa kedua sekutu ini memiliki kesamaan pandangan pada isu tertentu yang berhubungan dengan Iran dan masa depan kesepakatan nuklir, dan mereka masih menyimpan perbedaan pada isu-isu lain.
Sebagai contoh, kedua negara menganggap program rudal Iran sebagai ancaman. Padahal, doktrin militer Iran adalah defensif dan rudal-rudalnya hanya untuk misi pencegahan dari agresi musuh dan peralatan tempur ini sama sekali tidak mengancam negara manapun di kawasan dan dunia.
Selain itu, pada musim panas tahun lalu, Republik Islam Iran menggunakan kemampuan rudalnya untuk menumpas kelompok teroris Daesh, yang mengancam keamanan regional, dan juga keamanan Amerika dan Eropa.
Operasi lintas-batas pasukan Iran di negara-negara seperti Irak dan Suriah, dilakukan atas permintaan pemerintahan yang sah di kedua negara tersebut. Jika tanpa dukungan Iran, kota-kota di Irak dan Suriah sudah berjatuhan ke tangan Daesh.
Sementara itu, AS terus mengkampanyekan Iranphobia dengan tujuan menjual senjata yang lebih besar kepada negara-negara kaya di Timur Tengah. Mereka memperkenalkan Iran sebagai ancaman bagi pihak lain demi mengejar kepentingan ekonominya dan menciptakan lapangan kerja di Amerika.
Perancis – dengan alasan mempertahankan JCPOA – sepertinya akan mengikuti kampanye Iranphobia yang diluncurkan oleh AS dan membuka peluang untuk perusahaan-perusahaan senjata Perancis.
Namun, sikap bermusuhan pemerintahan Trump terhadap Iran dan kesepakatan nuklir, selain tidak akan membantu mempertahankan kesepakatan itu, tapi juga akan merusak hubungan antara Paris dan Tehran. (RM)