Perancis Tidak Peduli Kejahatan Koalisi Arab Saudi di Yaman
-
Perang Yaman
Departemen Luar Negeri Perancis dilaporkan menolak mengecam kejahatan koalisi Arab Saudi di Yaman.
Seperti diberitakan IRNA, Deplu Perancis Rabu (25/4) seraya merilis statemen saat mereaksi serangan udara koalisi Arab Saudi ke sebuah acara pernikahan di Yaman yang menewaskan dan menciderai sejumlah besar warga sipil, hanya merasa puas dengan ungkapan penyesalan.
Di statemen ini seraya bungkam atas serangan Arab Saudi dan pembantaian warga sipil di Yaman disebutkan, opsi politik merupakan solusi tunggal untuk mengakhiri kondisi krisis keamanan dan kemanusiaan di Yaman.
Sementara itu, pemerintah Inggris juga seperti pemerintah Perancis menyatakan, "Kami berempati dengan keluarga korban yang baru-baru ini terbunuh dalam sebuah serangan Arab Saudi ke sebuah acara pernikahan di Yaman."
Dokter Lintas Batas (MSF) dilaporkan merilis statemen mengutuk serangan brutal Arab Saudi tersebut.
Serangan jet tempur Arab Saudi Ahad lalu ke sebuah acara pernikahan di sebuah desa di Provinsi Hajjah sedikitnya menewaskan 60 warga sipil dan menciderai puluhan lainnya.
Jet tempur Arab Saudi sebelunya berulang kali membantai warga tertindas Yaman. Dengan dukungan Uni Emirat Arab, Amerika dan sejumlah negara lainnya, Arab Saudi menyerang Yaman sejak Maret 2018 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut. (MF)