Azerbaijan Tepis Laporan soal Dokumen Nuklir Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i56196-azerbaijan_tepis_laporan_soal_dokumen_nuklir_iran
Juru bicara Departemen Luar Negeri Azerbaijan, Hikmat Hajiyev pada Jumat (4/5/2018) mengatakan bahwa Baku menepis laporan tentang dugaan pemindahan dokumen terkait program nuklir Iran melalui wilayahnya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 05, 2018 01:44 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu ketika menggelar panggung teater anti-Iran, Senin lalu.
    Benjamin Netanyahu ketika menggelar panggung teater anti-Iran, Senin lalu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Azerbaijan, Hikmat Hajiyev pada Jumat (4/5/2018) mengatakan bahwa Baku menepis laporan tentang dugaan pemindahan dokumen terkait program nuklir Iran melalui wilayahnya.

"Kami benar-benar yakin bahwa informasi itu tidak ada hubungannya dengan kebenaran dan palsu," tegas Hajiyev menanggapi laporan yang dimuat oleh media Kuwait, al-Jarida.

Pada hari Kamis, surat kabar al-Jarida mengklaim bahwa dinas intelijen Israel telah berhasil mencuri dokumen nuklir Iran dan memindahkannya di dekat perbatasan dengan Azerbaijan. Kelompok agen lainnya kemudian mengambil dokumen itu dan membawanya ke wilayah Azerbaijan, dan selanjutnya dikirim ke Israel melalui udara.

Hikmat Hajiyev.

Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu dalam sebuah panggung teater pada Senin lalu, memperlihatkan sejumlah foto, CD, dan 'dokumen' di hadapan kamera dan mengklaim Iran masih mengejar program senjata nuklir secara diam-diam.

Dia menyebut Iran telah membohongi negara-negara Barat pasca kesepakatan nuklir 2015 dan mengintensifkan upayanya untuk menyembunyikan program senjata nuklir rahasia.

Padahal, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sudah berkali-kali memverifikasi aspek damai program nuklir Iran dan menegaskan bahwa Tehran berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir.

Tuduhan Netanyahu mengenai upaya Iran mengembangkan senjata nuklir adalah sebuah klaim usang. Berkas kemungkinan dimensi militer (PMD) aktivitas nuklir Iran di masa lalu telah ditutup oleh IAEA. (RM)