Kekecewaan Sekutu terhadap Perilaku AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i57866-kekecewaan_sekutu_terhadap_perilaku_as
Komandan Angkatan Udara AS, Heather Wilson mengkritik kebijakan negaranya tentang kontrol ketat penjualan senjata. Dia percaya kontrol ekspor senjata AS yang ketat telah mendorong Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 31, 2018 11:53 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Sidang Umum PBB di New York, September 2017.
    Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Sidang Umum PBB di New York, September 2017.

Komandan Angkatan Udara AS, Heather Wilson mengkritik kebijakan negaranya tentang kontrol ketat penjualan senjata. Dia percaya kontrol ekspor senjata AS yang ketat telah mendorong Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Wilson mengatakan bahwa Turki dengan membeli sistem pertahanan udara S-400 tidak akan menciptakan masalah langsung bagi NATO, tetapi kontrol ekspor AS yang ketat telah menjadi alasan utama Ankara untuk membeli dari Rusia.

Kritik ini dilontarkan oleh salah satu petinggi militer AS setelah meningkatnya perselisihan antara negara-negara Eropa anggota NATO dengan Washington.

Sejak berkuasa di Gedung Putih, Presiden Donald Trump mengkritik negara-negara NATO di Eropa dan meminta mereka untuk meningkatkan anggaran belanja militer Aliansi paling tidak dua persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.

Meskipun beberapa negara Eropa telah memenuhi seruan itu, namun sebagian lain enggan menuruti permintaan AS karena mereka sendiri sedang menghadapi masalah ekonomi atau karena prioritas yang berbeda.

Presiden Rusia dan Turki.

Sikap arogan AS telah membuat banyak negara Eropa jengkel dan menjauhkan diri mereka dari Washington.

Dari satu sisi, AS bersikap diskriminatif dalam masalah penjualan senjata ke negara-negara anggota NATO di Eropa. Hal ini terlihat dari penolakan AS atau penetapan syarat tertentu untuk penjualan senjata ke Turki sebagai anggota penting NATO di wilayah selatan. Di sisi lain, AS menjual berbagai jenis persenjataan canggih ke Polandia, anggota Aliansi di wilayah timur tanpa syarat apapun.

Standar ganda ini memicu protes keras dari Ankara. Setelah AS tidak memperjelas nasib penjualan sistem pertahanan udara Patriot, pemerintah Turki mulai memilih jalannya sendiri dan memperlihatkan kemampuannya untuk menjamin kebutuhan militer.

Pada Desember 2017, Turki mengumumkan telah menyelesaikan perjanjian dengan Rusia untuk pembelian dua sistem S-400 pada awal tahun 2020. Langkah ini ternyata membuat para pejabat Washington marah.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengklaim bahwa sistem rudal S-400 tidak singkron dengan sistem pertahanan yang dimiliki NATO. Komentar menlu AS ini mengundang kritik keras dari pemerintah Rusia.

Saat ini AS juga ragu-ragu untuk menjual jet tempur generasi kelima F-35 ke Turki. Senat AS baru-baru ini mensahkan rancangan anggaran militer 2019 yang mencakup tindakan untuk mencegah penjualan jet tempur ke Turki. Sebuah langkah yang akan meningkatkan ketegangan antara dua anggota NATO tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu megatakan Ankara tidak akan pernah menerima ancaman dan sanksi Washington terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Oleh karena itu, Heather Wilson meminta pemerintahan Trump untuk mencari tahu bagaimana menjadi sekutu yang lebih baik, jika tidak akan menciptakan banyak masalah. (RM)