Gebrakan Eropa Lawan Sanksi AS terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i57906-gebrakan_eropa_lawan_sanksi_as_terhadap_iran
Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan, Uni Eropa telah membuat beberapa kemajuan untuk melindungi perusahaan blok ini dari sanksi AS terhadap Iran, tetapi ini masih belum mencukupi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 01, 2018 11:27 Asia/Jakarta
  • Pada 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan nuklir.
    Pada 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan nuklir.

Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan, Uni Eropa telah membuat beberapa kemajuan untuk melindungi perusahaan blok ini dari sanksi AS terhadap Iran, tetapi ini masih belum mencukupi.

"Kami telah bergerak maju pada satu titik, yaitu implementasi aturan Uni Eropa tahun 1996 yang telah dimodifikasi dan memungkinkan kami untuk melindungi perusahaan Eropa dari tekanan Amerika, tetapi itu tidak cukup," ujarnya pada hari Kamis (31/5/2018).

Menurut Le Drian, masih perlu dibentuk mekanisme keuangan lain dari dolar, euro atau mata uang lainnya sehingga akan membantu perdagangan Eropa dengan Iran.

Undang-undang Eropa 1996 memungkinkan mereka untuk melawan sanksi Amerika dengan mengancam tindakan pembalasan setelah negara itu secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir Iran.

Aturan ini melarang perusahaan Eropa untuk mematuhi sanksi ekstra-teritorial AS terhadap Iran, dan perusahaan yang tidak mematuhi undang-undang ini dapat dihukum. Uni Eropa juga dapat memberikan kompensasi kepada perusahaan-perusahaan Eropa, yang mungkin terkena dampak sanksi AS.

Parlemen Eropa meloloskan UU tersebut pada tahun 1996 setelah AS mengancam sanksi terhadap perusahaan asing yang melakukan bisnis dengan Kuba.

Eropa yakin bahwa penerapan UU ini akan mengurungkan niat Amerika untuk memberlakukan sanksi sekunder terhadap perusahaan Eropa yang berdagang dengan Iran.

Para pejabat Eropa juga berencana untuk mentransfer langsung uang tunai ke Bank Sentral Iran guna menghindari sanksi AS. Langkah ini akan memungkinkan perusahaan Eropa untuk menghindari sistem keuangan AS dan membayar uang impor minyak kepada Iran.

Langkah ini diambil setelah para pejabat Eropa yakin bahwa Iran telah memenuhi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir, seperti yang dikonfirmasikan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Mereka juga berkesimpulan bahwa Eropa dipaksa untuk membayar biaya atas petualangan Amerika di Asia Barat dan Tengah.

Petualangan AS telah menyebabkan terjadinya serangan teroris di Eropa, membanjirnya pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika, masalah ekonomi dan keuangan yang terus tumbuh, dan meningkatnya aktivitas partai-partai sayap kanan dan ekstrimis di Eropa.

Saat ini, Eropa sedang berusaha mencari cara untuk mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran, sekaligus menjaga independensinya dari dikte Amerika.

Eropa ingin mengamankan kepentingan perdagangan dan ekonominya dengan Iran. Mereka khawatir bahwa pembatalan kesepakatan nuklir akan memiliki konsekuensi keamanan pada tingkat regional dan internasional.

Dalam hal ini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan bahwa melestarikan kesepakatan nuklir bukan hanya sebuah isu keamanan bagi Eropa, tetapi juga merupakan ujian bagi blok ini sehingga Eropa dapat membuat keputusan sendiri. (RM)