Penekanan Rusia dan Cina untuk Tetap Mendukung JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i58348-penekanan_rusia_dan_cina_untuk_tetap_mendukung_jcpoa
Presiden Rusia dan Cina menekankan dukungan mereka atas kesepakatan nuklir Iran dan kelompok 5 +1. Vladimir Putin, Presiden Rusia dan Xi Jinping, Presiden Cina dalam pernyataan bersama setelah pertemuan mereka di Beijing pada Jumat (08/6) mengumumkan bahwa Moskow dan Beijing akan mengerahkan segala daya dan upaya mereka untuk mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 09, 2018 09:49 Asia/Jakarta
  • Vladimir Putin dan Xi Jinping
    Vladimir Putin dan Xi Jinping

Presiden Rusia dan Cina menekankan dukungan mereka atas kesepakatan nuklir Iran dan kelompok 5 +1. Vladimir Putin, Presiden Rusia dan Xi Jinping, Presiden Cina dalam pernyataan bersama setelah pertemuan mereka di Beijing pada Jumat (08/6) mengumumkan bahwa Moskow dan Beijing akan mengerahkan segala daya dan upaya mereka untuk mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia, dan Cina bersama dengan Jerman mencapai kesepakatan pada Juni 2015 bahwa sebagai imbalan dari pembatasan sejumlah kegiatan nuklir Iran, seluruh sanksi internasional dan sepihak yang terkait dengan program nuklir Iran harus dibatalkan. Sekalipun pemerintah AS sebelumnya belum membuat banyak komitmen, namun sikap AS yang tidak mau bekerjasama dalam mengimplementasikan JCPOA mengalami peningkatan sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden Amerika.

Vladimir Putin dan Xi Jinping

Trump telah berulang kali mengancam akan menarik negaranya dari kesepakatan nuklir, sebuah pelanggaran nyata atas poin-poin JCPOA. Ia juga memperingatkan soal perdagangan dengan Iran ke negara-negara Eropa dan menciptakan banyak hambatan untuk mencabut sanksi terhadap Iran. Namun Trump akhirnya menarik Amerika Serikat keluar dari JCPOA pada 8 Mei dan menandatangani perintah untuk memulihkan sanksi terhadap Iran setelah 90 dan 180 hari.

Tindakan ini menghadapi penolakan keras Troika Eropa, Rusia dan Cina. Dalam hal ini, negara-negara ini telah berulang kali menyatakan komitmen mereka terhadap JCPOA dan menekankan pentingnya mempertahankan perjanjian ini tanpa Amerika. Dari perspektif dua negara ini, tidak ada alasan untuk pembatalan JCPOA oleh Washington, khususnya karena Iran telah sepenuhnya memenuhi semua komitmen nuklirnya dalam kerangka JCPOA sesuai 11 laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Dari sudut pandang Rusia, Trump terbukti menjadi mitra internasional yang tidak dapat dipercaya dengan tindakan anti-JCPOA. Mikhail Ulyanov, Duta Besar Rusia untuk IAEA mengatakan, Amerika Serikat bukan hanya tidak menghormati kesepakatan nuklir Iran dan keluar darinya, tetapi mencoba untuk mencegah pihak lain mengikuti perjanjian ini.

Moskow bersikeras bahwa Amerika Serikat sekarang melakukan upaya terbaiknya untuk menarik pihak-pihak lain kesepakatan nuklir dengan Iran (JCPOA) serta mengancam untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap negara-negara yang melanjutkan hubungan dagang dan ekonomi atau minyak mereka dengan Iran. Meskipun tekanan AS dan menciptakan kondisi yang memaksa Iran untuk keluar dari JCPOA, tapi sikap rasional Teheran telah memicu pujian pihak-pihak kesepakatan nuklir dengan Iran.

Dalam hal ini, duta besar Rusia untuk IAEA mengucapkan terima kasih kepada Iran untuk "pendekatan yang seimbang dan bijaksana" terhadap Washington dan upaya-upayanya meskipun kondisi yang sulit dan menyatakan harapannya bahwa "kesepakatan nuklir Iran tetap untuk kepentingan perdamaian dan stabilitas global". Cina sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia dan memiliki hubungan luas perdagangan, ekonomi, dan minyak dengan Iran, telah berulang kali mengkritik pendekatan Trump, sama seperti Rusia dan menyerukan komitmen semua pihak terkait JCPOA. Cina juga menekankan kerjasama yang berkelanjutan dengan Iran meskipun ada tekanan AS.

Valiollah Seif, Gubernur Bank Sentral Republik Islam Iran

Menurut Valiollah Seif, Gubernur Bank Sentral Republik Islam Iran, meskipun tekanan besar dan sanksi yang dikenakan dalam periode pasca JCPOA, bank-bank dan perusahaan-perusahaan Cina masih melakukan kerjasama sangat baik dengan mitra-mitranya dari Iran. Mereka telah menandatangani banyak kontrak antara bank dan lembaga keuangan serta pihak-pihak pebisnis dari kedua negara sekaligus implementasinya.

Sementara itu, pernyataan bersama presiden Rusia dan Cina menegaskan kembali tekad dua kekuatan internasional ini untuk mempertahankan JCPOA sebagai kesepakatan yang meningkatkan stabilitas dan keamanan internasional.