Korsel dan Pusat Komando AS Mereaksi Pernyataan Trump
-
Manuver militer Amerika dan Korea Selatan
Pernyataan Trump soal penangguhan manuver militer bersama di Semenanjung Korea menimbulkan reaksi Seoul dan pusat komando pasukan Amerika di Korea Selatan.
Menurut Yonhap, menyusul pernyataan keputusan Donald Trump soal penangguhan manuver militer bersama Amerika Serikat dengan negara-negara di Semenanjung Korea, pusat komando pasukan militer Amerika di Korea Selatan menyatakan, sampai saat ini belum ada perintah soal ini dari para pejabat senior Amerika.
Pusat komando pasukan Amerika menyatakan, dalam koodinasi yang dilakukan dengan pasukan Korea Selatan, kondisi akan tetap seperti semula hingga mendapatkan perintah baru dari kementerian pertahanan Amerika (Pentagon).
Trump dalam konferensi pers Selasa kemarin (12/6) di Singapura menyebut manuver militer bersama dengan Korea Selatan provokatif dan berbiaya besar serta meminta pemulangan pasukan ini ke Amerika.
Pengurangan pasukan Amerika di Semenanjung Korea merupakan satu permintaan Korea Utara untuk memulai proses perundingan dan pelucutan senjata.
Korea Utara berkali-kali menilai manuver militer Amerika di Semenanjung Korea sebagai bukti program Perang Dingin negara ini terhadap negara-negara yang memiliki kedaulatan dan menyebutnya faktor instabilitas di Semenanjung Korea.
Saat ini ada sekitar 28 hingga 29 ribu pasukan militer Amerika di Semenanjung Korea.