Peringatan Sekjen NATO akan Eskalasi Friksi Eropa dan AS
-
AS-Eropa
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan eskalasi friksi saat ini antara Amerika Serikat dan Eropa.
Stoltenberg di artikelnya menulis, seluruh anggota NATO harus berusaha mencegah runtuhnya organisasi ini. Ia memperingatkan bahwa awan politik membayangi hubungan persatuan di NATO dan tidak ada kepastian bahwa hubungan negara-negara ini akan tetap aman.
Peringatan sekjen NATO ini dirlis mengingat friksi yang terus meningkat antara Eropa dan Amerika. Friksi ini mencakup beragam dimensi dan masalah seperti perdagangan, ekonomi, keamanan, militer dan internasional. Adapun sumber friksi ini adalah pendekatan Presiden AS Donald Trump terkait berbagai isu internasional yang mayoritasnya bertentangan dengan kepentingan dan pandangan Eropa.
Menurut Stoltenberg, AS dan sekutunya memiliki friksi tajam di berbagai isu seperti perdagangan dunia, perubahan iklim dan kesepakatan nuklir dengan Iran. seperti yang diisyaratkan sekjen NATO ada beragam friksi antara Eropa dan AS di mana tidak ada perspektif bagi penyelesaiannya khususnya terkait friksi perdagangan dan JCPOA. Sebaliknya diprediksikan bahwa friksi ini akan terus meningkat selama bertahun-tahun.
Salah satu friksi kedua pihak adalah kritik tajam Trump atas kebijakan imigrasi Eropa. Trump seraya mengisyaratkan langkah terbarunya soal imigran ilegal yang memasuki wilayah AS, dalam sebuah statemennya mengatakan, negaranya tidak akan menjadi kamp imigran seperti Eropa.
Isyarat Trump ini khususnya diarahkan kepada Angela Merkel, Kanselir Jerman dan kebijakan imigrannya. Pendekatan Trump pada dasarnya diambil berdasarkan pemaksaan, unilateralisme dan prioritas kepentingan AS (America First). Bahkan pendekatan ini juga diberlakukan terhadap mitra Eropanya. Padahal menurut Eropa pendekatan seperti ini tertolak dan mereka menentang pandangan seperti ini.
Selain itu, transformasi sistem global yang kini mengarah ke sistem multipolar menunjukkan bahwa pendekatan Trump pada dasarnya tidak berdasarkan realita internasional dan proses global serta akan membuat Amerika terkucil di kancah internasional.
Salah satu kasus unilateralisme dan egosentris Trump terkait isu keamanan Eropa di bawah koridor NATO. Munculnya friksi antara Eropa dan AS terkait saham lebih besar Eropa di anggaran NATO serta desakan berulang Trump kepada negara-negara Eropa anggota organisasi ini untuk menambah bujet militernya telah membangkitkan kemarahan dan ketidakpuasan mayoritas negara Eropa. Masalah ini juga berdampak pada kerjasa sama keamanan dan militer kedua pihak, serta tentunya membuat sekjen NATO sangat khawatir.
Dalam hal ini Stoltenberg sebelum KTT NATO yang akan digelar Juli 2018 mengatakan, "Ketika friksi tetap eksis, Kita harus membatasi segala bentuk dampak negatif bagi kerja sama keamanan."
Meski demikian mengingat divergensi yang terus meningkat antara Trump dan pemimpin negara-negara besar Eropa khususnya Jerman dan Perancis yang semakin transparan di saat KTT G7 di Kanada, dapat dengan mudah diprediksikan jika KTT NATO mendatang juga akan berubah menjadi ajang percekcokan antara pemimpin Eropa dan Trump terkait isu-isu yang mereka sengketakan. (MF)