Penekanan Kembali Uni Eropa soal Pentingnya Pertahankan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i59532-penekanan_kembali_uni_eropa_soal_pentingnya_pertahankan_jcpoa
Maya Kuchiánchik, Juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Erppa menekankan komitmen Brussels untuk melaksanakan secara penuh Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 03, 2018 15:58 Asia/Jakarta
  • Eropa-Iran
    Eropa-Iran

Maya Kuchiánchik, Juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Erppa menekankan komitmen Brussels untuk melaksanakan secara penuh Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).

Kuchianchik mengatakan, Eropa komitmen melaksanakan secara penuh dan efektif kesepakatan nuklir dengan Iran, karena JCPOA demi kepentingan keamanan Eropa dan masyarakat internasional.

 

Penekanan kembali Uni Eropa untuk mempertahankan JCPOA terjadi menyusul laporan terbaru terkait kesiapan paket usulan organisasi ini kepada Iran demi mempertahankan kesepakatan nuklir ini. Langkah ini juga menunjukkan sikap Eropa yang tidak bersedia memenuhi tuntutan Amerikan dan pengabaian ancaman berulang Washington terkait dampak negatif serta kerugian jika Uni Eropa dan trioka Eropa terus melanjutkan dukungannya terhadap kesepakatan nuklir.

 

Dalam hal ini Kuchiánchik menekankan, Uni Eropa dan sekutu internasional telah melakukan banyak hal untuk mempertahankan JCPOA dan melanjutkan proses pemanfaatan kesepakatan nuklir ini. Sementara itu, Amerika mengingat kian dekatnya janji untuk menerapkan kembali sanksi nuklir terhadap Iran melakukan banyak upaya untuk menciptakan ketakutan di Eropa terkait dampak yang parah bagi perusahaan Eropa.

 

Brian Hook, penasihat Departemen Keuangan AS dalam sebuah langkah propagandanya mengklaim, menjelang pelaksanaan tahap pertama sanksi AS terhadap Iran, yakni 4 Agustus hingga kini sebanyak 50 negara telah mengkonfirmasikan rencananya mengurangi aktivitasnya di Iran.

 

Ia mengklaim bahwa tujuan dari represi Washington terhadap Tehran bukan untuk mengubah pemerintah, tapi untuk mengubah perilaku Iran. Selain itu, dengan keluarnya Amerika dari JCPOA pada 8 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump demi meningkatkan represi terhadap Iran guna membuat negara ini bertekuk lutut terhadap tuntutan Amerika, berencana menjegal ekspor minyak Iran.

 

Dalam hal ini, Trump meminta para mitra Washington menghentikan impor minyaknya dari Iran. Trump menyatakan telah meminta Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz menambah produksi minyaknya.

JCPA

 

Meski perang syarat yang dilancarkan Amerika dan klaimnya bahwa mayoritas negara dunia mengamini kebijakannya, realita di luar sepertinya berbeda dengan klaim tersebut, seperti India, Cina dan Turki mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan pembelian energi dari Iran. Sementara Uni Eropa secara serius menghendaki dilanjutkannya transaksi perdagangan, ekonomi, finansial dan perbankan dengan Iran.

 

Menurut pandangan Eropa JCPOA harus tetap dilanjutkan, karena kesempakatan nuklir ini membantu perdamaian dan keamanan regional serta internasional. Seperti yang diungkapkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini bahwa mayoritas masyarakat internasional mendukung JCPOA dan sebabnya adalah pandangan realistis mereka serta mandulnya opsi untuk menggantikan kesepakatan ini serta mencegah perlombaan senjata lain di Timur Tengah.

 

JCPOA menurut Eropa sebuah keberhasilan internasional mereka di bidang politik dan diplomasi di era pasca perang dingin. JCPOA mendorong dimulainya hubungan perdagangan dan ekonomi negara-negara Uni Eropa dan mereka tidak dengan mudah bersedia melepas peluang ekonominya di Iran, sebuah negara sangat penting di Timur Tengah.

 

Sementara itu, pemulihan kembali sanksi nuklir Amerika terhadap Republik Islam Iran mencakup sanksi pertama dan kedua serta penerapan sanksi baru, telah membahayakan kepentingan ekonomi dan perdagangan Eropa dengan Iran. (MF)