Penghapusan Dolar AS dari Cadangan Devisa Rusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i59618-penghapusan_dolar_as_dari_cadangan_devisa_rusia
Rusia menghapus dolar dari cadangan devisanya serta menggatikannya dengan yuan dan emas. Dalam hal ini, Bank Sentral Rusia meningkatkan cadangan devisanya dengan menetapkan yuan Cina dan emas, dengan tujuan memberikan keberagaman dalam pertukaran valuta asing. Volume yuan Cina yang meningkat dari satu persen pada triwulan terakhir 2017 menjadi 2,8 persen pada triwulan awal 2018.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 06, 2018 15:57 Asia/Jakarta
  • Ruble-Dolar
    Ruble-Dolar

Rusia menghapus dolar dari cadangan devisanya serta menggatikannya dengan yuan dan emas. Dalam hal ini, Bank Sentral Rusia meningkatkan cadangan devisanya dengan menetapkan yuan Cina dan emas, dengan tujuan memberikan keberagaman dalam pertukaran valuta asing. Volume yuan Cina yang meningkat dari satu persen pada triwulan terakhir 2017 menjadi 2,8 persen pada triwulan awal 2018.

Yuan Cina disamping lebih dari 17 persen emas, saat ini telah membentuk seperlima cadangan devisa Rusia. Bank Rusia saat ini sedang menyusun program devisanya berdasarkan yuan Cina dan dalam bertransaksi dengan bank-bank dunia.

 

Sejak sanksi Barat terhadap Rusia pada 2014, Rusia telah mulai menggunakan yuan dalam cadangan devisanya. Sedemikian rupa sehingga Rusia dan Cina meraih kesepakatan swap valuta yuan-ruble untuk meningkatkan pertukaran dagang kedua negara dengan mata uang internasional lainnya.

 

Meski sebagian besar aset bank Rusia hingga kini masih berdasarkan dolar, akan tetapi peran dolar Amerika Serikat semakin memudar. Hal itu juga dilakukan oleh Cina dalam rangka mengurangi peran dolar dalam perekonomian negara. Bank-bank pemerintah Cina juga mengumpulkan dolar AS yang beredar di tangan masyarakat untuk memperkuat mata uang yuan di hadapan dolar.

Yuan Cina

 

Upaya Rusia dan Cina itu juga tampaknya diamini oleh sejumlah negara yang mengikis peran dolar dalam perekonomian dunia. Negara-negara tersebut sampai pada konklusi bahwa transaksi dunia berdasarkan dolar sangat merugikan mereka dalam beberapa dekade terakhir. Oleh karena itu dalam satu-dua tahun terakhir, negara-negara tersebut khususnya Rusia dan Cina, membuka dimensi baru dalam sistem transaksi finansial mereka dengan mencapai kesepakatan valuta dan menyingkirkan dolar dari cadangan devisa mereka.

 

Upaya sejumlah negara menghapus dolar dari kancah pertukaran finansial dan puerputaran uang global menunjukkan ambruknya hegemoni ekonomi AS di dunia. Pada hakikatnya, dolar sedang menghadapi penurunan konstan posisi sebagai mata uang utama internasional. IMF juga telah mengkonfirmasikana berkurangnya pengaruh dolar dalam dacangan devisa banyak negara dunia.

 

Lembaga internasional ini dalam laporan terbarunya mengkonfirmasikan penurunan volume dolar dalam cadangan devis berbagai negara dunia pada triwulan pertama 2018 dan banyak negara yang beralih ke euro, pound dan yuan.

 

Data menunjukkan posisi dolar dalam cadangan devisa negara-negara dunia turun untuk kali kelima dalam tiga bulan terakhir dan bahkan mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir. Amerika Serikat pasca Perang Dunia II berusaha mengokohkan hegemoni militer dan finansialnya di kancah global. Washington menggunakan dua kekuatan tersebut untuk mempengaruhi pengambilan keputusan di seluruh negara dunia.

 

Namun menyusul berbagai kebijakan kontroversial AS dan juga penarikan Washington dari berbagai kesepakatan internasional oleh Trump, serta ancaman Trump untuk menghukum perusahaan-perusahaan asing dari transaksi dengan Iran, telah membuat dolar semakin kehilangan posisinya di pasar global.(MZ)