Korut: Sanksi AS akan Hentikan Proses Pelucutan Senjata Nuklir
-
Amerika-Korea Utara
Departemen Luar Negeri Korea Utara dalam sebuah statemennya mengumumkan, represi Amerika melalui penerapan sanksi terhadap Pyongyang akan menghambat kemajuan proses pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.
Menurut laporan AFP, Deplu Korut di statemennya hari Kamis (9/8) menuding Washington melecehkan mitra dialog dan menghancurkan upaya tulus untuk membangun rasa saling percaya.
Deplu Korut di statemennya menambahkan, harpaan untuk meraih hasil dari perundingan di kondisi seperti ini adalah sebuah langkah bodoh. Statemen ini juga menjelaskan, selama Amerika tidak menjaga syarat utama sebuah perundingan yakni menghormati lawan dialog, maka tidak dapat diharapkan kemajuan di statemen bersama Washington-Pyongyang termasuk pelucutan senjata nuklir.
Kantor Berita Yonhap sebelumnya melaporkan, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo kurang dari tiga bulan lalu untuk keempat kalinya dan untuk meyakinkan Pemimpin Korut, Kim Jong un guna memajukan proyek pelucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea, berkunjung ke Pyongyang.
Di kunjungan terbaru Pompeo ke Korut, ia gagal bertemu dengan Kim Jong-un. Petinggi Pyongyang menyebut perilaku dan sikap Pompeo serta petinggi Amerika di kunjungan ini sangat arogan.
Sebelumnya John Bolton, Penasehat keras presiden AS menekankan pelucutan senjata nuklir dan menambahkan bahwa selama proses pelucutan ini sanksi terhadap Pyongyang akan dilanjutkan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 12 Juni lalu bertemu dengan Kim Jong un di Singapura dan menyebutnya sangat konstruktif. (MF)