Pentingnya Iran Bagi Cina
https://parstoday.ir/id/news/world-i61015-pentingnya_iran_bagi_cina
"Beijing dengan mempertimbangkan transformasi internasional terbaru memutuskan untuk meningkatkan volume hubungan dengan Tehran," demikian kata Wang Yi, Menteri Luar Negeri Cina dalam percapakan telepon dengan sejawatnya dari Iran, Mohammad Javad Zarif pada Jumat malam, 17 Agustus 2018. Ditekankannya bahwa Cina menilai penting hubungannya dengan Tehran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 18, 2018 11:30 Asia/Jakarta
  • Wang Yi dan Zarif
    Wang Yi dan Zarif

"Beijing dengan mempertimbangkan transformasi internasional terbaru memutuskan untuk meningkatkan volume hubungan dengan Tehran," demikian kata Wang Yi, Menteri Luar Negeri Cina dalam percapakan telepon dengan sejawatnya dari Iran, Mohammad Javad Zarif pada Jumat malam, 17 Agustus 2018. Ditekankannya bahwa Cina menilai penting hubungannya dengan Tehran.

Wang Yi kembali menekankan bahwa Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) merupakan capaian sangat penting di tingkat internasional yang memperhatikan multilateralisme dan kepentingan nasional kedua negara.

 

Pernyataan Menteri Luar Negeri Cina ini pada hakikatnya adalah bagian dari penentangan global terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang hanya memikirkan bagaimana cara merugikan pihak lain.

 

Trump pada 8 Mei 2018 mengambil sebuah langkah kontroversial yang berlandaskan pada perspektif "free world", menarik keluar Washington secara unilateral dari JCPOA dan memulihkan sanksi terhadap Iran.

 

Putaran pertama sanksi Amerika Serikat terhadap Iran sekarang telah dilaksanakan dan menurut rencana pada bulan November akan digulirkan pula sanksi-sanksi minyak.

Trump tandatangani instruksi keluarnya AS dari JCPOA

 

Langkah Trump mendapat penentangan luas dunia. Inggris, Perancis, Rusia, Cina, Jerman dan Uni Eropa menyatakan akan tetap berkomitmen pada JCPOA.

 

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan, "Beijing telah telah mengumumkan penentangannya terhadap sanksi unilateral Amerika Serikat."

 

Cina adalah konsumen utama minyak Iran dan membeli 650 ribu barel minyak mentah dari Iran setiap harinya. Perusahaan-perusahaan minyak Cina juga telah berinvestasi hingga milayaran dolar di zona-zona minyak Iran

 

Direktur Kantor Federasi Industri Minyak dan Bahan Kimia Cina dalam hal ini mengatakan, "Perusahaan-perusahaan Cina dalam kondisi apapun tetap membutuhkan minyak dari Iran dan akan terus membelinya. Ini adalah proses normal antara Iran dan Cina serta tidak ada kaitannya dengan Amerika Serikat."

 

Para pengamat internasional berulangkali memperingatkan dampak buruk dari keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA dan sekarang mereka telah sampai pada kesimpulan bahwa JCPOA tanpa AS akan bertahan atau tidak, tantangan yang akan menimpa AS akan lebih besar daripada tantangan yang akan dihadapi oleh JCPOA.

 

Trump sedang memanfaatkan seluruh sarana yang dimiliki Amerika Serikat untuk menggelar perang ekonomi terhadap Iran. Namun masalahnya adalah, semua yang dapat digunakan Amerika Serikat dalam hal ini, berjarak sangat jauh dari kata "proporsional" mengingat kekuatan yang pada satu periode hanya dimiliki AS, kini sudah lama sirna.

 

Dunia sekarang telah memasuki era baru di mana kekuatan hegemoni ekonomi Amerika Serikat telah terbantahkan dan Washington tidak dapat mengubah fakta ini. Era di mana kehilangan pasar di Amerika Serikat berarti kehancuran negara-negara seperti Cina, sudah lama berakhir. Namun tampaknya masih sangat sulit bagi Trump untuk menerima realita tersebut.