John Bolton Setuju Blacwater Ambil Alih Perang di Afghanistan
-
John Bolton
John Bolton, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih mendukung usulan pendiri Blackwater untuk menyerahkan tanggung jawab perang 17 tahun Afghanistan kepada tentara bayaran ini.
Sputnik melaporkan, John Bolton Ahad (19/8) mengatakan berminat atas usulan Erik Prince, pendiri Blackwater mengambil alih perang Afghanistan dari Pentangon dan memberikannya kepada tentara bayaran.
Statemen John Bolton dirilis setelah berbagai laporan menyebutkan Presiden Donald Trump kemungkinan memberi ijin penggunaan pasukan bayaran Blackwater untuk mengambil alih perang di Afghanistan, dari pada menggunakan para penasehat militer Pentagon.
Pengalaman swastanisasi perang di berbagai negara dunia termasuk Irak memiliki dampak sangat mengerikan.
Perusahaan Blacwater terlibat banyak kasus kejahatan selama agresi militer Amerika ke Irak di tahun 2003. Pasukan bayaran ini telah membantai banyak warga sipil.
Saat ini lebih dari 19 ribu militer asing ditempatkan di Afghanistan dengan dalih perang melawan terorisme di bawah pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Di antara jumlah tersebut, 16 ribunya adalah tentara Amerika Serikat.
Menurut keyakinan mayoritas rakyat dan pejabat Afghanistan, kehadiran militer Amerika sejak tahun 2001 di Afghanistan dengan dalih melawan terorisme bersama seluruh anggota NATO hingga kini tidak memiliki prestasi kecuali pembantaian ribuan warga sipil dan perusakan infrastruktur negara ini. (MF)