Mendagri Belgia: Muslim Bersukacita Atas Serangan Brussels
Menteri Dalam Negeri Belgia, Jan Jambon dalam sebuah komentar anti-Islam, menuding masyarakat Muslim di negara itu mendukung serangan teroris.
Menurut laporan Fars News Agency (FNA), Jambon dalam satu pernyataan kontroversial pada hari Sabtu (16/4/2016) mengklaim bahwa sejumlah signifikan dari populasi Muslim di Belgia bersukacita atas serangan teroris di bandara dan stasiun metro di kota Brussels.
"Sebuah bagian penting dari komunitas Muslim menari ketika serangan terjadi," ujarnya dalam wawancara dengan surat kabar De Standaard.
Jambon juga menuduh warga Muslim yang tinggal di kawasan Molenbeek menyerang aparat keamanan selama operasi bulan lalu untuk menangkap tersangka teroris.
"Mereka melempar batu dan botol ke arah polisi dan wartawan selama penangkapan Salah Abdeslam," katanya.
Abdeslam yang ditangkap pada Maret lalu, dianggap sebagai aktor intelektual dan perancang serangan Brussels dan juga serangan di Paris pada November 2015.
Sebanyak 32 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka dalam serangan di Brussels. Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri itu dan mengumumkan bahwa aksi itu dilakukan oleh jaringan Daesh di Eropa. (RM)