Rusia Bantah Telah Langgar Zona Udara Turki
Rusia membantah tuduhan Turki terkait pelanggaran wilayah udara negara itu oleh jet-jet tempur Moskow, dan menyebutnya sebagai propaganda tak berdasar.
Kementerian Pertahanan Rusia, Sabtu (30/1) setelah Turki melayangkan protes atas apa yang mereka klaim sebagai "pelanggaran zona udara Turki", membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa jet-jet tempur Rusia tidak pernah melanggar wilayah udara Turki.
Kantor berita Perancis melaporkan, Kemenhan Rusia menegaskan, statemen Ankara itu adalah propaganda tak berdasar.
Igor Konashenkov, Juru Bicara Kemenhan Rusia menjelaskan kehadiran jet-jet tempur negara itu di udara Suriah sejak September 2015.
"Jet-jet tempur Rusia yang terbang di atas langit Suriah, tidak pernah melanggar zona udara Turki," ujarnya.
Ia menambahkan, statemen Ankara terkait pelanggaran zona udara Turki oleh sebuah jet tempur Rusia, SU-34 adalah propaganda.
Menurut Jubir Kemenhan Rusia, pihak-pihak yang menuduh Moskow melakukan pelanggaran semacam ini, terlalu banyak menonton film-film Hollywood.
Kemenhan Turki mengumumkan, militer Turki, Jumat lalu sebelum masuknya jet-jet tempur Rusia ke wilayah udara Turki, beberapa kali memberikan peringatan.
Pada 24 November 2015, jet tempur Turki menembak jatuh pesawat Rusia, SU-24 di wilayah udara Suriah. Ankara mengklaim, jet tempur Rusia telah melanggar zona udara Turki.
Moskow membantah klaim Turki itu dan mengatakan, jet tempur Rusia tersebut sama sekali tidak mengancam Turki.
Penembakan jatuh jet tempur Rusia oleh Turki berujung dengan memburuknya hubungan dua negara. (IRIB Indonesia/HS)