Puluhan Rohingya Ditangkap Pihak Keamanan Bangladesh
https://parstoday.ir/id/news/world-i64028-puluhan_rohingya_ditangkap_pihak_keamanan_bangladesh
Puluhan orang Rohingya ditangkap otoritas keamanan Bangladesh saat mencoba melarikan diri menuju Malaysia menggunakan kapal.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 11, 2018 12:50 Asia/Jakarta
  • Pengungsi Rohingya
    Pengungsi Rohingya

Puluhan orang Rohingya ditangkap otoritas keamanan Bangladesh saat mencoba melarikan diri menuju Malaysia menggunakan kapal.

CNN Indonesia melaporkan, Kepala coast guard di tenggara Teknaf, Foyezul Islam Mondol, mengatakan bahwa pihaknya sudah menahan setidaknya 33 warga Rohingya dan enam orang Bangladesh yang diduga membantu penyelundupan orang.

Sejumlah pejabat dan kelompok pengamat melaporkan bahwa satu kapal memang berlayar dari pesisir selatan Bangladesh. Sementara itu, sejumlah kapal lainnya berangkat dari Rakhine, Myanmar, langsung ke Malaysia.

Sebelumnya, Menteri luar negeri Bangladesh dan Myanmar kembali mencapai kesepakatan pemulangan para pengungsi Muslim Rohingya dari kamp-kamp pengungsian di Bangladesh ke negara bagian Rakhine.

Ketua Misi Pencari Fakta Independen PBB di Myanmar, Marzuki Darusman memperingatkan berlanjutnya genosida terhadap warga Muslim Rohingya di Myanmar.

Ketua Misi Pencari Fakta Independen PBB di Myanmar, Marzuki Darusman

Marzuki Darusman mengumumkan, genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, barat Myanmar masih berlangsung.

Dalam laporannya ke Dewan Keamanan PBB, Marzuki Darusman menegaskan, lebih jauh dari pembunuhan massal, di Myanmar bahkan terjadi peristiwa-peristiwa pahit lainnya seperti pencegahan kelahiran bayi di antara warga Muslim Rohingya dan evakuasi besar-besaran di kamp-kamp pengungsian.

Perserikatan Bangsa-bangsa, PBB dalam laporan terbarunya terkait Myanmar mengumumkan, pemerintah Myanmar hingga kini tidak menyiapkan satupun prasyarat kehidupan normal bagi warga Muslim.

Jubir UNHCR, Andrej Mahecic yang meninjau langsung pemukiman warga Muslim Rohingya di Rakhine mengatakan, warga wilayah ini tidak punya akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dan bagi mereka diberlakukan pembatasan-pembatasan di bidang pendidikan.

Padahal pada Juni 2018 lalu pemerintah Myanmar sudah berjanji di hadapan lembaga-lembaga internasional untuk menyiapkan prasyarat kembalinya para pengungsi Muslim Rohingya secara sukarela, aman dan permanen dari Bangladesh.

Pada 25 Agustus 2017, ekstremis Budha yang didukung tentara Myanmar menyerang Muslim Rohingya di Rakhine yang menyebabkan enam ribu orang Rohingya tewas dan delapan ribu lainnya cedera. Selain itu, sekitar satu juta orang mengungsi untuk menyelamatkan diri, terutama ke Bangladesh.(PH)