Kritik Rusia terhadap Kegagalan Eropa Implementasikan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i66467-kritik_rusia_terhadap_kegagalan_eropa_implementasikan_jcpoa
Kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) adalah perjanjian yang sangat penting dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Tetapi penarikan dari Amerika pada Mei 2018 dari JCPOA adalah perkembangan negatif dalam konteks runtuhnya perjanjian ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 12, 2019 13:44 Asia/Jakarta
  • Kelompok 4 + 1
    Kelompok 4 + 1

Kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) adalah perjanjian yang sangat penting dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Tetapi penarikan dari Amerika pada Mei 2018 dari JCPOA adalah perkembangan negatif dalam konteks runtuhnya perjanjian ini.

Terlepas dari tindakan Amerika Serikat, anggota Uni Eropa lainnya, dalam kerangka kelompok 4 +1, telah menekankan pada kegunaan JCPOA dan kebutuhan untuk mempertahankannya dengan mengambil langkah-langkah efektif dan nyata untuk melanjutkan komitmen Iran. Dari sudut pandang Uni Eropa, runtuhnya JCPOA dan pembatalan perjanjian ini memiliki implikasi keamanan negatif, sambil mempertanyakan kredibilitas diplomasi Eropa. Brussels melihat upaya tersebut sebagai contoh dari perjanjian multilateral yang dapat berfungsi sebagai model untuk menyelesaikan konflik internasional lainnya.

Maria Zakharova, Jubir Kemenlu Rusia

Setelah Amerika Serikat menarik diri dari JCPOA, Eropa berjanji untuk menjaga perjanjian ini dengan menjamin kepentingan ekonomi Iran. Untuk alasan ini, Uni Eropa telah berupaya untuk mengadopsi dan menerapkan langkah-langkah seperti menegakkan kembali hukum pemblokiran, serta menciptakan mekanisme keuangan khusus untuk melanjutkan interaksi keuangan, perdagangan dan energi dengan Iran.

Dalam hal ini, Uni Eropa mengumumkan beberapa bulan yang lalu bahwa ia berencana untuk membuat mekanisme keuangan khusus yang disebut SPV untuk membiayai pembayaran demi melawan sanksi AS terhadap Iran untuk memungkinkan kelanjutan kerjasama ekonomi dengan Iran. Namun Brussels masih mengulangi janji tanpa aksi nyata. Meskipun penerapan sanksi AS putaran kedua terhadap Iran diterapkan pada 5 November 2018, mekanisme SPV belum diimplementasikan oleh orang Eropa.

Pada Januari 2019, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengklaim bahwa upaya untuk menciptakan mekanisme keuangan ini akan berlanjut pada 2019, tetapi belum ada langkah efektif, spesifik dan nyata yang telah diambil untuk mengatur mekanisme ini.

Ini telah menjadi sumber kritik keras Rusia sebagai anggota kelompok 4 +1. Moskow meyakini bahwa Uni Eropa belum lulus uji dalam mengimplementasikan JCPOA. Dalam hal ini, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada hari Jumat (11/01) dalam menanggapi keterlambatan implementasi Uni Eropa terkait "Fasilitas Keuangan Khusus" (SPV) mengatakan, "Eropa belum berhasil dalam tes praktis karena kurangnya kemandirian dalam menerapkan kebijakan luar negeri."

Zakharova menjelaskan bahwa Moskos berulang kali menekankan masalah membentuk SPV dalam perundingan dengan Brussels dan negara-negara anggota Uni Eropa. Ditambahkannya, "Uni Eropa harus memainkan peran yang lebih independen di arena internasional."

Rusia telah berulang kali menekankan bahwa hasilnya bukan hanya kesepakatan bisnis atau bilateral, tetapi perjanjian multilateral yang didukung oleh Dewan Keamanan dan instrumen yang mengikat. Itulah sebabnya Moskow terus berupaya untuk mempertahankan perjanjian internasional ini.

Ini juga menyebabkan Iran mengeluarkan peringatan keras. Tehran telah berulang kali menekankan bahwa mempertahankan JCPOA memerlukan upaya serius dan efektif oleh anggota kelompok 4 + 1 lainnya untuk mengurangi efek negatif dari sanksi AS terhadap Iran. Bila tidak ada tindakan efektif yang diambil dalam hal ini, komitmen untuk memenuhi JCPOA menjadi tidak logis dan tidak sejalan dengan kepentingan Iran.

Bahram Ghassemi, Jubir Kemenlu Iran

Bahram Ghassemi, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran pada 5 Januari, mengkritik keterlambatan UE dalam menerapkan mekanisme keuangan antara Iran dan Eropa seraya menekankan, "Kesabaran Iran ada batasnya."

Dengan meningkatnya pertikaian antara Eropa dan Amerika Serikat dalam banyak kasus, termasuk JCPOA dan implementasi PSV dianggap sebagai langkah penting dalam kemandirian tindakan Eropa dan perang melawan unilateralisme Amerika. Ini adalah masalah yang ditekankan Rusia.