Motif Penyerangan terhadap Rumah Ibadah di Filipina
https://parstoday.ir/id/news/world-i67106-motif_penyerangan_terhadap_rumah_ibadah_di_filipina
Masjid di Filipina Selatan Dilempari granat yang menyebabkan sedikitnya dua orang tewas, dan tiga lainnya cedera.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 30, 2019 15:35 Asia/Jakarta

Masjid di Filipina Selatan Dilempari granat yang menyebabkan sedikitnya dua orang tewas, dan tiga lainnya cedera.

Serangan teroris pada Rabu pagi di kota Zamboanga ini terjadi tidak lama setelah aksi serangan dua bom di gereja Jolo yang menyebabkan sebanyak 20 orang tewas dan 81 orang terluka, termasuk 14 petugas keamanan Filipina. Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas terjadinya serangan terhadap geraja katedral tersebut. Tapi otoritas keamanan Filipina melayangkan tudingan terhadap kelompok Abu Sayyaf, yang berbaiat kepada kelompok teroris Daesh.

Pihak kepolisian menolak adanya hubungan antara dua peristiwa yang berdekatan waktunya ini, dan membantah ada aksi balas dendam dari kedua penganut agama.  Pejabat kepolisian Filipina, Kolonel Leonel Nicolas membantah bahwa serangan tersebut merupakan aksi balasan. Ia juga menyerukan supaya masyarakat tidak menghubungkan dua peristiwa ini  sebagai aksi balasan di media sosial yang akan memperuncing keadaan. Sebab salah satu tujuan penyerangan tersebut untuk menyulut friksi antara dua penganut agama terbesar di Filipina.

Gubernur Daerah Otonomi Mindanau, Hataman dalam wawancara dengan situs Philstar mengatakan, "Kita semua jangan lupa bahwa gereja dan masjid sengaja diserang supaya terjadi friksi antara Kristen dan Muslim. Kita harus menghadapi aksi teroris ini dengan kewaspadaan penuh,".

Kelompok teroris Abu Sayyaf

Di sebagian wilayah Filipina, kelompok teroris semacam Maute dan Abu Sayyaf menjadikan masjid sebagai pangkalannya untuk menyerang sejumlah target, sebagaimana yang menimpa Marawi. Jatuhnya kota Marawi, meskipun akhirnya berhasil direbut oleh pasukan keamanan Filipina dari tangan teroris, tapi menunjukkan adanya peralihan target.

Kelompok teroris mulai memindahkan target dan kekuatannya dari Timur Tengah menuju Asia Tenggara, setelah kekalahan kelompok teroris Daesh di Irak dan Suriah. Masalah lainnya mengenai target lain dari serangan terhadap masjid dan sebelumnya gereja oleh kelompok teroris. Mereka mengincar target yang lebih besar. Oleh karena itu pemerintah Filipina harus lebih waspada menghadapi manuver baru yang akan mereka lancarkan setelah ini.

Analis Asia Tenggara, Todd Elliot mengungkapkan, "Kemungkinan teroris akan semakin aktif melancarkan aksinya di berbagai wilayah Asia Tenggara."

Aksi serangan teroris ke berbagai rumah ibadah yang terjadi di Filipina menambah daftar panjang rangkaian aksi serupa yang terjadi di berbagai wilayah di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, serangan teroris terbaru di wilayah selatan Filipina tidak hanya dilihat sebagai ancaman bagi negara ini saja, tapi juga ancaman terhadap kawasan Asia Tenggara.(PH)