Langkah Militer AS ke Venezuela, Mungkinkah ?
Seiring dengan dimulainya putaran baru transformasi politik di Venezuela, Amerika Serikat tampak bersiap melakukan intervensi di negara kaya minyak itu.
Presiden Amerika Donald Trump selain mengumumkan dukungan atas pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido dan mengakuinya sebagai presiden interim negara itu, juga meningkatkan upaya penggulingan pemerintahan sosialis Presiden Nicolas Maduro yang terpilih secara konstitusional.
Pada hari Rabu (30/1/2019) Donald Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Juan Guaido. Dalam perkacapan telepon itu Trump kembali menegaskan dukungan Amerika atas Guaido dan sepakat untuk melanjutkan pembicaraan beberapa hari mendatang terkait aksi protes jalanan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Selain itu dalam pesan Twitternya, Trump memprovokasi rakyat Venezuela untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Nicolas Maduro dan mengklaim, pertempuran untuk kebebasan sudah dimulai.
Sikap Presiden Amerika ini menunjukkan bahwa ia ingin berperan sebagai pemimpin dunia dan dengan mermperhatikan rekam jejak serta langkah sepihak yang kerap dilakukannya, kali inipun Trump tak segan untuk melancarkan intervensi dan menggulingkan pemerintahan sebuah negara anggota PBB secara langsung tanpa izin Dewan Keamanan.
Saat ini pemerintahan Donald Trump sudah menggunakan kekuatan ekonomi Amerika untuk menekan Venezuela dengan menjatuhkan sanksi dan blokade aset negara ini. Langkah tersebut ditambah dengan kemungkinan penggunaan kekuatan militer dan intervensi di Venezuela.
Donald Trump meningkatkan kemungkinan aksi militer di Venezuela dengan mengatakan, kami memiliki banyak opsi untuk Venezuela termasuk opsi militer yang mungkin, jika diperlukan.
Mereaksi pernyataan Donald Trump, Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov menuturkan, kami peringatkan hal itu (langkah militer Amerika). Kami menganggap itu akan menjadi skenario bencana yang akan mengguncang fondasi model pembangunan sebagaimana yang kami saksikan di Venezuela.
Ryabkov menegaskan, Venezuela adalah mitra strategis Rusia.
Belakangan berbagai spekulasi muncul tentang langkah militer Amerika untuk menggulingkan pemerintahan Venezuela. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat sedemikian banyak upaya Washington untuk menggulingkan pemerintahan sosialis Venezuela sejak awal krisis di negara itu tampak selalu gagal mulai dari sanksi ekonomi, isolasi, adu domba hingga provokasi rakyat dan militer untuk melakukan pemberontakan.
Kemungkinan ini diperkuat oleh terungkapnya tulisan tentang pengiriman 5.000 pasukan ke Colombia dalam secarik kertas yang dibawa Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton saat melakukan konferensi pers.
Sejumlah media baru-baru ini melaporkan rencana kunjungan Komandan Militer Amerika Wilayah Selatan, Mayjen Mark Stammer ke Kolombia yang kembali memunculkan kecurigaan tentang koordinasi Amerika dan Kolombia untuk melancarkan aksi militer potensial ke Venezuela.
Meski Menteri Pertahanan Kolombia, Gullermo Botero mengatakan bahwa kunjungan tersebut adalah kunjungan biasa dan rutin, namun tidak menutup kemungkinan dalam kesempatan itu kedua pihak akan membicarakan soal opsi militer terhadap Venezuela. (HS) (File Suara: RM)