Protes Invasi ke Suriah, Perwira Perancis Terancam Dihukum
-
Kolonel Francois-Regis Legrier
Protes seorang perwira militer Perancis yang tergabung dalam pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat di Suriah terkait taktik perang koalisi ini, memicu reaksi keras dari juru bicara angkatan bersenjata Perancis.
Kantor berita Reuters (16/2/2019) melaporkan, perwira militer senior Perancis, Kolonel Francois-Regis Legrier terancam hukuman setelah mengeluarkan statemen pedas terkait metode perang koalisi Amerika Serikat di Hajin, Suriah.
Jubir militer Perancis, Patrick Steiger mengancam Kolonel Francois-Regis Legrier akan berhadapan dengan hukuman karena kritiknya yang ditulis di media.
Kolonel Francois-Regis Legrier bertugas mengarahkan artileri Perancis untuk mendukung milisi bersenjata Kurdi di Suriah sejak Oktober 2018.
Dalam artikelnya ia mengatakan, fokus koalisi adalah memimalisir risiko sendiri dan ini telah meningkatkan jumlah kematian di kalangan warga sipil dan tingginya tingkat penghancuran.
"Kami telah menghancurkan infrastruktur secara besar-besaran dan memberikan gambar menjijikkan kepada publik tentang pembebasan gaya Barat yang meninggalkan benih kebangkitan segera musuh baru," tulis Legrier dalam sebuah artikel di National Defense Review. (HS)