Perlawanan Para Politisi Senior Eropa terhadap Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i69404-perlawanan_para_politisi_senior_eropa_terhadap_trump
Presiden AS Donald Trump telah memberikan dukungan mutlak kepada rezim Zionis Israel sejak memasuki Gedung Putih. Pendekatannya adalah indikasi dari ketundukan Trump di hadapan Zionis.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 19, 2019 15:04 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump dengan latar bendera Uni Eropa.
    Presiden AS Donald Trump dengan latar bendera Uni Eropa.

Presiden AS Donald Trump telah memberikan dukungan mutlak kepada rezim Zionis Israel sejak memasuki Gedung Putih. Pendekatannya adalah indikasi dari ketundukan Trump di hadapan Zionis.

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Trump pada 25 Maret 2019 menandatangani sebuah dokumen yang mengakui "kedaulatan" Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Keputusan Trump sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB mengenai Golan, serta mendapat penentangan global termasuk dari Uni Eropa.

Dukungan pemerintah AS terhadap klaim-klaim tak berdasar rezim Zionis telah memicu banyak kekhawatiran di dunia. Trump diperkirakan juga akan mengakui aneksasi pemukiman-pemukiman Zionis ke dalam wilayah Palestina pendudukan, sebuah langkah yang akan membuat Benjamin Netanyahu bersuka cita.

Sekarang, masyarakat dunia termasuk para politisi senior Eropa mengambil sikap yang bertentangan dengan agenda Washington dan Tel Aviv.

Sebanyak 37 politisi senior Eropa baru-baru ini dalam sebuah surat yang dikirim kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, memperingatkan Eropa tentang Kesepakatan Abad yang diprakarsai Trump dan implikasinya pada stabilitas Timur Tengah.

Protes menentang Kesepakatan Abad di Gaza. (dok)

Mereka mengatakan bahwa Uni Eropa harus menolak prakarsa apapun yang tidak memenuhi standar mereka dan bahkan mengejar agendanya sendiri jika perlu.

Surat tersebut ditandatangani oleh 25 mantan menteri luar negeri, enam mantan perdana menteri, dan dua mantan sekretaris jenderal NATO. Mereka termasuk Jean-Marc Ayrault, Carl Bildt, Włodzimierz Cimoszewicz, Massimo D'Alema, Guy Verhofstadt, dan Dacian Ciolos, masing-masing mantan perdana menteri Perancis, Swedia, Polandia, Italia, Belgia, dan Rumania.

Mereka meminta Uni Eropa untuk menentang kebijakan yang dijalankan Trump dalam hubungannya dengan krisis Timur Tengah.

"Sejauh ini pemerintah AS hanya mengakui klaim satu pihak atas Baitul Maqdis dan memperlihatkan ketidakpedulian yang mengganggu terhadap perluasan pemukiman Zionis. AS telah menangguhkan dana untuk UNRWA dan program-program lain yang bermanfaat bagi rakyat Palestina," kata surat tersebut.

AS – yang mengaku dirinya sebagai kekuatan adidaya – berpikir bisa melakukan tindakan apapun untuk mendukung penjajahan Israel. Namun, dunia saat ini menentang unilateralisme AS dan hal ini terlihat dari penentangan negara-negara dunia terhadap kasus pengakuan Golan, Suriah.

Mogherini mengatakan bahwa Eropa tidak mengakui kedaulatan rezim Zionis Israel atas Golan yang diduduki. "Uni Eropa dan negara-negara anggotanya mengambil posisi yang sama sesuai dengan hukum internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB," tegasnya.

Sekarang Uni Eropa dan AS memiliki pandangan yang berbeda dalam banyak isu internasional termasuk masalah Palestina. Oleh karena itu, para politisi senior Eropa meminta blok tersebut untuk mengambil sikap yang independen dan tidak mengikuti kebijakan AS. (RM)