ASEAN Prakarsai untuk Turunkan Ketergantungan terhadap Dolar
https://parstoday.ir/id/news/world-i69618-asean_prakarsai_untuk_turunkan_ketergantungan_terhadap_dolar
Negara-negara anggota ASEAN berencana mengambil metode efektif untuk memperkuat penggunaan mata uang nasional dan regional sebagai ganti dari dolar di hubungan perdagangan mereka untuk mengurangi ketergantuan terhadap dolar serta menjaga pasar dari fluktuasi mata uang asing.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Apr 28, 2019 14:52 Asia/Jakarta
  • Pertemuan ASEAN di Chiang Rai Thailand
    Pertemuan ASEAN di Chiang Rai Thailand

Negara-negara anggota ASEAN berencana mengambil metode efektif untuk memperkuat penggunaan mata uang nasional dan regional sebagai ganti dari dolar di hubungan perdagangan mereka untuk mengurangi ketergantuan terhadap dolar serta menjaga pasar dari fluktuasi mata uang asing.

Malaysia, Indonesia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam dan Thailand, sepuluh negara anggota ASEAN yang didirikan tahun 1967. Negara-negara ini lebih dari setengah abad terakhir menggunakan valuta asing dalam transaksi perdagangan mereka.

ASEAN

Menteri keuangan dan direktur Bank Sentral 13 negara Asia Tenggara awal April lau dalam pertemuan tahunan mereka menyatakan bahwa mereka memiliki program jelas untuk meningkatkan peran mata uang nasional di perdagangan finansial regional sehingga mampu meminimalkan ketergantungan terhadap dolar.

Kebijakan baru blok ekonomi digulirkan dalam sidang ASEAN Plus yang dihadiri menteri dan direktur Bank Sentral 10 negara anggota dan mitra mereka dari Cina, Jepang dan Korea Selatan di kota Chiang Rai Thailand dan dipimpin oleh menteri keuangan negara ini.

Thailand tahun ini menjabat ketua periodik ASEAN dan berbagai pertemuan organisasi ini digelar di Thailand.

Dalam pertemuan yang mengangkat tema 'Advancing Partnership for Sustainability' tersebut, Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN menggarisbawahi tiga pilar utama untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan, yaitu konektivitas, sustainabilitas, dan resiliensi perekonomian dan sistem keuangan.

Pertemuan juga dihadiri oleh lembaga internasional International Monetary Fund (IMF) dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) sebagai mitra ASEAN. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk bertukar pandang mengenai kondisi terkini ekonomi global dan regional.

Elemen-elemen utama yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah: (i) konektivitas melalui peningkatan fasilitasi perdagangan dan investasi serta keterhubungan sistem pembiayaan dan pembayaran; (ii) ketahanan sistem keuangan, terutama dalam mengantisipasi perkembangan ekonomi digital dan risiko keamanan siber; serta (iii) keberlanjutan melalui optimalisasi mekanisme pembiayaan pasar modal dan perbankan untuk pembangunan berkelanjutan serta peningkatan micro-insurance untuk mendorong inklusi keuangan.

Dalam rangka mendorong integrasi sektor keuangan di kawasan, pada pertemuan ini para Menteri Keuangan ASEAN menandatangani Protokol ke-8 ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS), dan menyepakati akselerasi negosiasi lanjutan Protokol 9 pada tahun 2019. Pertemuan ini juga menyepakati finalisasi negosiasi perjanjian ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA) khususnya pada jasa keuangan yang akan ditandatangani pada pertemuan ASEAN Economic Ministers pada akhir April 2019.