Barat Geram Pasukan Muqawama Palestina Melakukan Serangan Balasan
-
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Morgan Ortagus
Pemerintah Amerika Serikat tanpa memperhatikan kejahatan terbaru rezim Zionis Israel dalam membom daerah-daerah pemukiman di Jalur Gaza, justru mengutuk balasan serangan roket yang ditembakkan pasukan Muqawama ke kawasan pemukiman zionis.
Menurut kantor berita Sputnik, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri yang baru Morgan Ortagus menyerukan penghentian segera aksi-aksi permusuhan dan menekankan dukungan penuh Washington untuk tindakan rezim Zionis terhadap pasukan perlawanan Palestina.
Uni Eropa pada Sabtu malam (04/05) juga tidak mengecam serangan rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza, tapi justru menyerukan penghentian serangan roket dari daerah ini ke daerah-daerah yang diduduki Zionis Israel.
Jet-jet tempur, helikopter dan artileri rezim Zionis sejak Jumat malam (03/05) hingga kini telah menargetkan berbagai wilayah di Jalur Gaza.
Militer Zionis Sabtu malam mengumumkan bahwa pihaknya menargetkan 70 sasaran di Gaza.
Setidaknya delapan warga Palestina telah gugur syahid dan puluhan lainnya terluka sejauh ini.
Muqawama Palestina tidak tinggal diam dan membalas kejahatan rezim Zionis Israel terhadap warga sipil Jalur Gaza dan telah menembakkan lebih dari 150 roket ke pemukiman ilegal Zionis yang berdekatan dengan daerah tersebut.
Sejak Desember 2017, rezim Zionis telah menempatkan putaran baru serangan udara di Jalur Gaza.
Jalur Gaza berada di bawah blokade darat, udara, dan laut Zionis Israel sejak 2006 dan penduduknya menghadapi banyak masalah, tetapi Barat tidak memperhatikan blokade yang bertentangan dengan aturan internasional ini.