Rusia: Militer Turki terus Tembaki Pengungsi Suriah
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan Turki terus menembaki pengungsi Suriah di perbatasan.
Seperti dikutip IRNA, Maria Zakharova pada Sabtu (23/4/2016) menyinggung pembunuhan pengungsi Suriah oleh Turki, dan menuturkan bahwa pada 20 April lalu delapan pengungsi Suriah termasuk perempuan dan anak-anak ditembak mati oleh penjaga perbatasan Turki ketika mencoba melarikan diri tanah air mereka yang dilanda perang.
"Ini bukan kasus pertama serangan terhadap pengungsi Suriah di perbatasan Suriah-Turki. Sebanyak 16 pengungsi tewas dalam serangan selama empat bulan terakhir," tambahnya.
Menurutnya, Turki memperlakukan pengungsi dengan kasar dan ada banyak kasus pelanggaran HAM terhadap mereka. Ia juga menyebut Eropa tidak punya rasa malu dalam kebijakannya terkait pengungsi, di mana orang-orang tak berdosa menjadi korbannya.
Uni Eropa telah menandatangani sebuah kesepakatan kontroversial dengan Turki pada 17 Maret 2016 dengan tujuan membatasi gelombang pengungsi.
Berdasarkan kesepakatan itu, setiap pengungsi yang masuk secara ilegal ke Yunani setelah 20 Maret, ia akan dikembalikan ke Turki. Setiap pengungsi yang dideportasi ke Turki, Uni Eropa akan menampung satu pengungsi Suriah yang tersebar di Turki.
Menyusul pelaksanaan kesepakatan itu, Eropa telah mengeluarkan ratusan pengungsi dari Yunani ke Turki. (RM)