MoU Iran dan Rusia Sebesar 40 Miliar Dolar Masuki Tahap Implementasi
Deputi Urusan Internasional dan Perdagangan Kementerian Perminyakan Iran mengumumkan validitas nota kesepahaman senilai 40 miliar dolar dengan Rusia dan kemajuan negosiasi untuk mengubahnya menjadi kontrak eksekutif.
Seyed Ali Mohammad Mousavi, Deputi Urusan Internasional dan Perdagangan Kementerian Perminyakan Iran, pada hari Rabu di sela-sela Komisi Bersama ke-19 Kerja Sama Ekonomi Iran dan Rusia di Tehran, di hadapan wartawan, merinci status terkini kerja sama bilateral.
Komisi ini berlangsung selama tiga hari dengan pembentukan 17 kelompok kerja khusus di bidang perkeretaapian, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan standardisasi, dan hasilnya dituangkan dalam satu dokumen utama dan empat nota kesepahaman yang ditandatangani oleh para menteri kedua negara.
Kemajuan Negosiasi Gas dan Minyak antara Iran dan RusiaMousavi, merujuk pada kerja sama strategis di sektor energi, menegaskan bahwa nota kesepahaman senilai 40 miliar dolar yang ditandatangani antara Iran dan Rusia masih berlaku, dan proses negosiasi untuk mengubah nota kesepahaman ini menjadi kontrak eksekutif terus berlanjut.
Ia menekankan, "Nota kesepahaman ini berjalan secara bertahap, dan beberapa di antaranya telah memasuki tahap penandatanganan kontrak, dan diharapkan tahun depan menjadi waktu pematangan kerja sama ini."
Deputi Urusan Internasional dan Perdagangan Kementerian Perminyakan Iran, dengan menyatakan bahwa hingga kini tujuh lapangan minyak telah diserahkan kepada pihak Rusia dan proyek-proyek ini sedang berjalan, menegaskan bahwa infrastruktur yang diperlukan untuk impor gas dari Rusia juga telah disiapkan dan negosiasi di bidang ini terus berlanjut.
Finalisasi Kontrak Gas Menunggu Kesepakatan Akhir HargaDalam konteks yang sama, Saeed Tavakoli, Direktur Utama Perusahaan Gas Nasional Iran, merujuk pada kemajuan serius negosiasi gas antara Iran dan Rusia, mengumumkan bahwa kontrak ekspor atau impor gas secara teknis dan hukum telah difinalisasi.
Ia mengatakan, "Semua klausul kontrak dan bagian-bagian yang terkait dengan masalah hukum dan kontrak telah dikaji sepenuhnya, dan secara umum, kontrak siap untuk ditandatangani."
Tavakoli, merujuk bahwa nota kesepahaman ini ditandatangani pada pemerintahan sebelumnya, menambahkan bahwa dalam pemerintahan ke-14, dengan penekanan Presiden dan Menteri Perminyakan, pertemuan-pertemuan ahli telah diadakan secara serius dan berkelanjutan antara kedua belah pihak. Menurutnya, kini hanya tersisa dua masalah penentuan harga dan mekanisme pembayaran untuk finalisasi kontrak.
Kerja Sama Geologi Iran-Rusia dengan Fokus Sumber Daya Air Tanah DimulaiSementara itu, Komisi Bersama ke-19 Kerja Sama Ekonomi Iran dan Rusia diakhiri dengan penandatanganan protokol kerja sama geologi di bidang hidrogeologi, sumber daya air tanah, dan ilmu kebumian di Tehran. Komisi Bersama ke-19 Kerja Sama Ekonomi Iran dan Rusia pada tanggal 15 dan 16 Februari di Tehran dihadiri oleh perwakilan tinggi kedua negara.
Dalam komisi ini, berbagai topik luas dibahas, termasuk penyelesaian Koridor Internasional Utara-Selatan, transfer gas dari Rusia ke Iran, dan perluasan kerja sama di bidang industri antariksa, energi nuklir, industri dan pertambangan, pertanian, keuangan dan perbankan, bea cukai, kesehatan, pariwisata, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Pada hari terakhir pertemuan ini, dokumen nota kesepahaman Komisi Bersama ke-19 ditandatangani oleh Mohsen Paknejad, Menteri Perminyakan Iran, dan Sergey Tsivilyov, Menteri Energi Rusia.
Target Pendapatan 6 Miliar Euro Iran dari Wisata Kesehatan dalam Tiga Tahun ke DepanBerita lain tentang wisata kesehatan, Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Iran, Seyed Reza Salehi Amiri, mengumumkan target menarik dua juta wisatawan kesehatan dan menghasilkan pendapatan 6 miliar euro dalam tiga tahun ke depan, dan menyatakan program ini pasti akan dioperasionalkan.
Salehi Amiri, dengan menyebutkan alasan pentingnya wisata kesehatan bagi Iran, menegaskan, "Keuntungan pertama adalah bahwa kami termasuk sedikit negara di kawasan yang memiliki kapasitas keahlian sangat tinggi dari para dokter dan spesialis."
Ia menyebut keuntungan kedua adalah keberadaan lebih dari 800 rumah sakit dan pusat medis lengkap di Iran, dan faktor ketiga adalah murahnya biaya layanan kesehatan di Iran dibandingkan kawasan dan dunia, dan mengatakan, "Biaya rata-rata di Iran adalah seperlima dari kawasan dan sepersepuluh dari Eropa, dan pasien menerima layanan yang sama dengan seperlima biaya di Iran."(PH)