Rusia dan Minat Bergabung dengan INSTEX
Rusia sebagai salah satu anggota Kelompok 4+1 senantiasa menekankan pentingnya mempertahankan kesepakatan nuklir JCPOA. Seraya mengumumkan kesiapannya bergabung dengan Instrument in Support of Trade Exchanges atau INSTEX, Moskow juga mempersiapkan peluang untuk mempercepat komitmen kelompok 4+1 terhadap Republik Islam Iran.
Dalam hal ini, wakil tetap Rusia di Uni Eropa mengkonfirmasikan perundingan Moskow dengan Uni Eropa untuk bergabung dengan INSTEX. Vladimir Chizhov mengatakan, Rusia tengah berunding dengan Uni Eropa untuk bergabung dengan INSTEX. Meski demikian ia menekankan, Eropa menghadapi kendala serius untuk mengimplementasikan mekanisme ini. Seraya mengisyaratkan bahwa proses INSTEX untuk saat ini belum mengalami kemajuan, Chizhov mengatakan, meski demikian upaya untuk menerapkan mekanisme ini terus berlanjut.
Setelah Rusia menyatakan untuk bergabung dengan INSTEX, pemerintah Belanda juga menyatakan hal serupa. Dalam suratnya kepada parlemen negara ini, pemerintah Belanda seraya menyatakan dukungannya terhadap INSTEX, juga menuntut rencana dan investasi untuk bergabung dengan mekanisme finansial ini.
Trioka Eropa yang mencakup Perancis, Jerman dan Inggris pada 31 Januari 2019 secara resmi mendaftarkan mekanisme finansial INSTEX sehingga Iran dapat memanfaatkan konsesi ekonomi di JCPOA, namun sejak saat itu hingga sekarang mekanisme finansial ini belum juga diberlakukan.
Perancis dalam hal ini menjadi tuan rumah kanal finansial Eropa dengan Iran. Markas kelompok ini berada di Paris, sementara manajemen eksekutifnya berada di Jerman. Adapun Inggris menjabat sebagai kepala komite pengawas. Setelah tiga bulan pembentukan kantor INSTEX, perusahaan Iran pada 29 April lalu mendaftarkan mekanisme ini, namun Eropa masih bersikap lamban dalam melaksanakan komitmennya.
Setelah lebih dari satu tahun dari keluarnya AS dari kesepakatan nuklir JCPOA, Uni Eropa dan trioka Eropa sampai saat ini belum mampu merealisasikan langkah-langkah yang dijanjikannya, khususnya di bidang INSTEX. Penundaan Eropa melaksanakan komitmennya tarhadap kesepakatan internasional ini mendorong Iran pada 8 Mei 2019 menyatakan bahwa Tehran akan mengurangi komitmennya di JCPOA dan memberi tenggat waktu 60 hari kepada Eropa untuk merealisasikan janjinya.
Meski Iran berharap sejumlah persiapan dan langkah Eropa khususnya INSTEX diberlakukan mulai beberapa bulan lalu, namun sampai saat ini pihak Eropa masih menundanya. Mungkin hal ini yang mendorong Tehran meragukan kemampuan atau tekad pihak Eropa untuk mempertahankan JCPOA dan sekarang ini merupakan langkah yang telah diambil sebagai indikasi tekad Iran untuk menentukan kewajibannya. Laman ECFR dalam hal ini menulis, Iran sampai pada kesimpulan bahwa berlanjutnya kondisi saat ini tidak dapat diterima.
Kini dengan pernyataan Rusia yang siap untuk bergabung dengan INSTEX, pihak Eropa harus menunjukkan sikap lebih kuat untuk melaksanakan secepatnya mekanisme finansial ini sehingga janji mereka untuk mereduksi dampak negatif sanksi AS terhadap Iran dapat terealisasi, khususnya bukan saja Rusia tapi Belanda secara resmi juga menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan kanal finansial ini serta mendukungnya.
Rusia meyakini bahwa JCPOA harus tetap dipertahankan mengingat keuntungannya bagi perdamaian dan keamanan regional serta internasional. Selain itu, Moskow juga menghendaki berlanjutnya hubungan penuh dengan Iran termasuk di sektor ekonomi dan perdagangan.
Menurut Presiden Rusia, Vladimir Putin, meski ada pembatasan dan sanksi saat ini, Rusia akan menindaklanjuti seluruh kesepakatan dan rencana bersama dengan Iran serta senantiasa komitmen dengan janjinya.
Dengan demikian, berbeda dengan keinginan Amerika Serikat dan pendekatan unilateralisme Washington yang senantiasa menyuarakan pembubaran JCPOA serta meningkatkan represi terhadap Tehran, Rusia menuntut kesepakatan nuklir ini tetap dipertahankan serta implementasi janji-janji yang ada. (MF)