Rusia Protes Kontradiksi Slogan dan Langkah Eropa di JCPOA
-
Kapal Tanker Grace 1 yang mengankut minyak Iran
Uni Eropa dan Trioka Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris) sebagai anggota Eropa di Kelompok 4+1 berulang kali menekankan pentingnya mempertahankan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan bahkan mengklaim telah membentuk sebuah mekanisme untuk tujuan ini. Meski demikian banyak kontradiksi antara slogan yang mereka kumandangkan dengan langkah praktisnya.
Terkait hal ini, Departemen Luar Negeri Rusia Jumat (5/7) dalam statemennya menekankan, langkah Inggris menyita kapal tanker minyak Iran di Selat Gibraltar bertentangan dengan klaim Eropa yang menekankan pentingnya mempertahankan JCPOA.
Deplu Rusia di statemennya menjelaskan, London, Washington dan seluruh pemain Barat berusaha memperburuk kondisi ketimbang menemukan solusi untuk meredam tensi dengan Iran. Penyitaan kapal tanker yang membawa minyak Iran di Selat Gibraltar ditujukan untuk memperumit kondisi di sekitar Iran dan Suriah.
Marinir Inggris Kamis (4/7) dalam sebuah langkah ilegal menghentikan kapal tanker Grace 1 yang mengangkut minyak Iran di Selat Gibraltar. Inggris mengklaim bahwa penghentian kapal ini ditujukan untuk mencegah pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap Suriah, namun pemerintah Spanyol yang memiliki friksi dengan Inggris terkait selat ini meyakini pemerintah London melakukan hal ini atas permintaan pemerintah Washington.
Penjabat menteri luar negeri Spanyol, Josep Borrell terkait hal ini mengatakan, penyitaan kapal tanker yang berlayar dari Iran dilakukan setelah ada permintaan Amerika kepada Inggris. Amerika mengklaim kapal tanker ini tengah membawa minyak mentah untuk Suriah. Washington dan Tel Aviv mendukung langkah marinir Inggris yang secara nyata merupakan aksi pembajakan tersebut.
Sepertinya Inggris mulai bergerak memisahkan diri dari Uni Eropa dan sebagai sekutu strategis AS serta untuk menarik simpati lebih besar pemerintah Trump, London bersedia melakukan langkah ilegal ini. Mengingat Suriah tidak mendapat sanksi minyak dari Dewan Keamanan PBB, maka penerapan sanksi sepihak Eropa oleh salah satu anggotanya yakni Inggris terhadap sebuah kapal tanker negara non Eropa sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional.
Direktur departemen ketiga Eropa Barat di Kemenlu Iran seraya mengisyaratkan pelayaran kapal tanker ini di perairan internasional, menilai langkah marinir Inggris sama halnya dengan aksi pembajakan dan mengatakan, negara ini tidak berhak menerapkan sanksi sepihaknya atau Uni Eropa secara ekstra teritorial terhadap negara lain. Ini adalah kebijakan agresif Amerika yang senantiasa diprotes Eropa.
Namun masalah yang lebih penting adalah Inggris, sebagai salah satu anggota trioka Eropa di setiap statemen petinggi negara ini atau statemen bersama senantiasa mengklaim bahwa mereka menghendaki JCPOA dipertahankan dan mendukung langkah-langkah yang diambil termasuk INSTEX.
Tujuan yang dicanangkan dari mekanisme finansial ini (INSTEX) adalah melawan sanksi sepihak Amerika terhadap Iran yang diterapkan pasca keluarnya pemerintah Trump dari JCPOA pada Mei 2018. Pemerintah Donald Trump pada Mei 2019 mencabut pengecualian para pembeli minyak Iran dan menyatakan tujuan Washington adalah membuat ekspor minyak Iran ke titik nol.
Kini London yang mengklaim melawan sanksi Washington anti Tehran dengan aksinya menyita kapal tanker yang membawa minyak Iran, benar-benar mengamini tujuan Amerika yakni mencegah ekspor minyak Iran.
Pastinya langkah ini bukan saja tidak membuat JCPOA kian kuat, tapi sebaliknya sebuah pukulan telak dari Eropa yang mengklaim memertahankan kesepkatan ini. Ini adalah poin yang diperhatikan Moskow dan direfleksikan dengan nyata dalam statemen Deplu Rusia. (MF)