Reaksi Rusia atas Sikap Baru JCPOA Iran; Tindakan yang Bisa Dimengerti
-
Kelompok 4 + 1 JCPOA
Kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dari sudut pandang anggota kelompok 4 + 1, terutama Rusia, adalah perjanjian yang sangat penting untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, dan Moskow telah berulang kali menyerukan kelangsungan hidup perjanjian ini. Sekalipun demikian, Rusia mengkritik kinerja anggota Eropa di JCPOA dan menganggap sah tindakan balasan Iran.
Dalam hal ini, para pejabat Rusia menanggapi keputusan Iran untuk meningkatkan tingkat pengayaan uranium dan menganggapnya dapat dibenarkan dan dimengerti. Iran menerapkan langkah kedua pada 7 Juli dalam mengurangi implementasi komitmennya dan secara resmi mengumumkan akan mulai memperkaya uranium pada level di atas 3,67 persen.
Terlepas dari komitmen penuh Iran untuk memenuhi kewajibannya dalam JCPOA, tetapi anggota Eropa dari perjanjian ini telah gagal atau tidak ingin memenuhi komitmennya dalam hal ini, termasuk penerapan mekanisme keuangan khusus dengan Iran yang disebut INSTEX.
Masalah ini akhirnya ditanggapi Iran. Dalam hal ini, Iran memberi ultimatum 60 hari kepada negara-negara Eropa untuk mengurangi komitmennya terkait pengurangan cadangan uranium yang diperkaya hingga pada 7 Juli dan memberi mereka waktu untuk mengambil tindakan efektif demi menegakkan kewajiban mereka.
Sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan Tehran, anggota kelompok 4 + 1, terutama anggota Eropa, harus membantu Iran dalam memfasilitasi urusan perbankan dan penjualan minyak. Dengan batas waktu ini, Iran mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan tingkat pengayaannya di atas 3,67 persen.
Wakil Tetap Rusia untuk IAEA, Mikhail Ulyanov terkait masalah ini mengatakan, "Iran diperkirakan akan memutuskan untuk melampaui batas pengayaan uranium. Negara ini melakukannya dengan transparan. Laporan IAEA tentang Iran dapat dipresentasikan pada pertemuan luar biasa Dewan Gubernur. Kami memahami langkah Iran."
Dari sudut pandang para pejabat tinggi Rusia, Amerika Serikat menolak untuk terus memenuhi kewajibannya terkait JCPOA dan langkah anti-JCPOA pemerintah Trump, khususnya penegakan kembali sanksi nuklir terhadap Iran, dalam dua tahap, khususnya sanksi minyak dan ketidakberdayaan anggota Eropa dalam JCPOA telah membawa kondisi saat ini semakin krisis.
Dari sudut pandang Rusia, pendekatan AS terhadap Iran benar-benar bertentangan dengan aturan dan regulasi internasional, yang membahayakan perdamaian dan keamanan regional dan global serta meningkatkan risiko konfrontasi. Oleh karena itu, untuk mengakhiri krisis JCPOA, sangat penting tidak hanya Amerika Serikat untuk kembali ke perjanjian ini, tetapi juga pihak-pihak Eropa, termasuk Troika Eropa dan Uni Eropa, sesegera mungkin, untuk mengambil langkah-langkah demi memenuhi janjinya ke Tehran dan tidak menangguhkan pelaksanaan komitmennya lebih dari yang ada saat ini.
Konstantin Kosachev, Kepala Dewan Hubungan Luar Negeri Federasi Rusia ketika melegitimasi tuntutan pihak Iran dari pihak-pihak yang terlibat dalam JCPOA untuk mempertahankan konsensus internasional ini mengatakan, "Tuntutan Iran untuk mempertahankan kesepakatan nuklir dapat dibenarkan. Sebenarnya, tanggung jawab untuk mempertahankan kesepakatan nuklir ada di pundak Amerika Serikat."
Moskow yakin bahwa implementasi janji-janji Eropa tentang INSTEX dan langkah negara-negara untuk berdagang dengan Iran merupakan tindakan dalam menghadapi tindakan arogan dan unilateral Amerika Serikat di arena internasional, terutama terkait Iran.
Pada saat yang sama, tindakan tegas Iran untuk melewati tingkat pengayaan sebagaimana yang telah ditentukan dalam JCPOA merupakan peringatan serius bagi negara-negara Eropa bahwa jika mereka benar-benar ingin mempertahankan JCPOA dalam kerangka kepentingan mereka sendiri, maka sudah seharusnya tidak lagi menangguhkan untuk memenuhi janji-janji mereka lebih dari ini.
Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran dalam percakapan teleponnya dengan Emmanuel Macron, Presiden Perancis mengutuk perang ekonomi AS terhadap Iran, seraya menekankan, "Uni Eropa harus mematuhi komitmennya agar Iran dapat memanfaatkan keuntungan dari JCPOA.