Reaksi Rusia terhadap Intervensi Barat
-
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
Negara-negara Barat terutama dalam beberapa tahun terakhir berulangkali menuding Rusia mencampuri urusan politik di negara-negara mereka, terutama dalam bidang pemilihan umum. Bahkan Washington telah menjatuhkan sanksi berat terhadap Moskow dengan dalih tudingan yang belum terbukti secara faktual itu.
Kini, giliran Moskow mengkritik Barat mengenai implikasi intervensi mereka terhadap urusan internal Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia secara resmi memprotes Amerika Serikat dan Jerman tentang keterlibatan langsung Kedutaan Besar AS di Moskow dan media Jerman dalam urusan domestik negaranya dan keterlibatan mereka dalam protes ilegal di Moskow pada Sabtu, 3 Agustus.
"Kedutaan Besar AS di Rusia secara aktif terlibat dalam protes ilegal di Moskow pada 3 Agustus, dan secara terbuka mengumumkan rute pawai pada hari Sabtu dan memprovokasi masyarakat untuk melakukannya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
Tidak hanya pejabat diplomatik Barat di Moskow yang mencoba ikut campur dalam urusan domestik Rusia dengan memprovokasi masyarakat memprotes pemerintah Rusia, tetapi beberapa media massa, termasuk jaringan televisi Deutsche Welle, juga melakukannya. Menurut Zakharova, Deutsche Welle telah menyiarkan program berbahasa Rusia yang menyerukan kepada rakyat Moskow untuk mengambil bagian dalam protes jalanan.
Meskipun tersebar propaganda masif oleh kedutaan besar dan media Barat, tapi masyarakat Rusia tidak menyambut seruan tersebut. Menurut Kementerian Dalam Negeri Rusia, demonstrasi jalanan pada hari Sabtu hanya diikuti 1.500 dan digelar tanpa izin. Polisi Moskow telah menangkap lebih dari 600 orang karena mengganggu ketertiban dan keamanan kota, dan mereka sudah diserahkan kepada otoritas kehakiman.
Hingga kini, Barat, khususnya AS, terus-menerus melancarkan intervensi terhadap urusan dalam negeri Rusia yang ditujukan untuk memicu instabilitas, meningkatkan protes, dan pada akhirnya menciptakan kerangka kerja bagi Washington untuk mendestabilisasi Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai negara-negera Barat berada di balik protes baru di Rusia. Sebagian dari organisasi non-pemerintah yang mempromosikan demokrasi, kebebasan individu dan sosial yang berafiliasi dengan pihak Barat memfokuskan upayanya untuk menyulut protes anti-pemerintah di Rusia. Berbagai program radio dan televisi di dalam Rusia juga secara langsung mendorong orang-orang di negara ini untuk bergabung dengan demonstrasi anti-pemerintah. Namun, karena nasionalisme rakyat Rusia dan pendekatan pesimistis mereka terhadap Barat dan tingginya popularitas Putin di kalangan rakyat Rusia, Barat gagal menggalang dukungan dalam kampanye terbarunya.
AS secara terbuka dan tanpa tedeng aling-aling mengintervensi urusan dalam negeri Rusia. Seolah-olah Amerika Serikat sebagai 'Polisi Dunia" yang memiliki hak untuk mengimplementasikan aturan apa pun yang dipandang menguntungkan kepentingannya termasuk menyerang pesaing globalnya, Rusia.(PH)