Filipina Tolak Penempatan Rudal AS di Wilayahnya
-
Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, Filipina tidak akan pernah mengizinkan Amerika Serikat untuk menempatkan sistem rudal di wilayahnya.
Duterte, seperti dilansir Xinhua, Kamis (8/8/2019) menjelaskan bahwa ia akan melarang masuknya senjata asing, termasuk persenjataan nuklir di wilayahnya, karena ini melanggar Konstitusi Filipina.
"Ada sebuah artikel di surat kabar bahwa AS akan menempatkan beberapa rudal balistik jarak menengah. Itu tidak akan pernah terjadi," tegasnya.
Duterte menambahkan pasukan asing tidak akan diizinkan menggunakan wilayah Filipina untuk berperang dengan Cina, karena perang dengan negara itu akan merugikan negara-negara regional.
Setelah keluar dari Traktat Angkatan Nuklir Jarak Menengah (INF), AS sedang mencari tempat untuk penyebaran misil jarak menengahnya di wilayah Asia-Pasifik.
Jumat pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan kepada wartawan di Sydney bahwa ia ingin mengerahkan rudal jarak menengah di Asia-Pasifik dalam beberapa bulan ke depan. (RM)