Penegasan Pengganti Mogherini dan Troika Eropa untuk Mempertahankan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i72891-penegasan_pengganti_mogherini_dan_troika_eropa_untuk_mempertahankan_jcpoa
Uni Eropa dan Troika Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris) sebagai anggota kelompok 4 + 1 selalu mengklaim sebagai pendukung kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan implementasinya. Sekalipun demikian, Eropa saat ini tengah menghadapi tantangan sangat besar untuk mempertahankan JCPOA. Masalah ini menyebabkan penekanan kembali Brussels dan Troika Eropa untuk mempertahankan JCPOA.
(last modified 2026-05-04T18:06:10+00:00 )
Aug 15, 2019 16:20 Asia/Jakarta
  • Josep Borrell
    Josep Borrell

Uni Eropa dan Troika Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris) sebagai anggota kelompok 4 + 1 selalu mengklaim sebagai pendukung kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan implementasinya. Sekalipun demikian, Eropa saat ini tengah menghadapi tantangan sangat besar untuk mempertahankan JCPOA. Masalah ini menyebabkan penekanan kembali Brussels dan Troika Eropa untuk mempertahankan JCPOA.

Dalam hal ini, Josep Borrell yang rencananya akan segera menggantikan Federica Mogherini sebagai Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, menekankan pentingnya melanjutkan upaya untuk mempertahankan JCPOA. Borrell dalam makalahnya di surat kabar Spanyol, El Pais menulis, kita harus menyiapkan sarana demi terwujudnya perundingan baru, sehingga JCPOA dapat dihidupkan. Di dunia yang perjanjian Nonproliferasi nuklir tengah mengarah pada kehancuran dan organisasi yang bertanggung jawab atas komitmen multilateral mendapat serangan, JCPOA yang merupakan modal besar harus dipertahankan.

Josep Borrell

Borrell juga mengingatkan bahwa JCPOA hasil dari perundingan yang sangat lama seraya menekankan bahwa tujuan utama dari kesepakatan ini bukan hanya membahas masalah program nuklir Iran dan meminggirkan banyak masalah lain dari perundingan kesepakatan ini.

Perancis yang juga sebagai anggota Troika Eropa menekankan pentingnya mempertahankan JCPOA. Agnes Von Der Muhll, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Perancis hari Rabu malam, 14 Agustus mengklaim bahwa Paris bersama Jerman dan Inggris tengah berusaha untuk mempertahankan kepentingan ekonomi Iran di JCPOA. Ia mengkonfirmasikan pengoperasian kanal khusus perdagangan Eropa dengan Iran yang dikenal dengan nama INSTEX seraya menyatakan bahwa kredit untuk transaksi pertama di bidang-bidang penting dalam INSTEX telah disiapkan.

Von Der Muhll mengklaim bahwa mempertahankan kepentingan ekonomi Iran dalam kerangka JCPOA tidak hanya berada di pundak Eropa, tapi masyarakat internasional juga bertanggung jawab terkait implementasi resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB

Setelah Amerika Serikat keluar secara ilegal dari JCPOA pada bulan Mei 2018, negara Jerman, Inggris dan Perancis berjanji akan menjamin kepentingan ekonomi Iran dan mempertahankan kesepakatan ini. Uni Eropa dan Troika Eropa menilai JCPOA sebagai contoh sebuah kesepakatan multilateral yang banyak membantu terciptanya perdamaian dan keamanan internasional. Menurut Eropa, JCPOA merupakan capaian penting diplomasi Eropa dan kegagalannya pada dasarnya menjadi kegagalan besar bagi keberhasilan diplomasi Uni Eropa di tingkat global.

Sekalipun demikian, satu setengah tahun telah lewat dari keluarnya Amerika Serikat dari penjanjian JCPOA, tapi Eropa tatap gagal mewujudkan janji-janjinya kepada Iran untuk mengurangi dampak negatif sanksi sepihak pemerintah trump dan terutama mereka tidak mengambil langkah penting untuk mengimplementasikan INSTEX secara efektif. Masalah ini jelas membuat Iran mereaksi dengan tegas dan Tehran hingga kini telah dua tahap mengurangi komitmen JCPOA-nya dan memberikan ultimatum 60 hari, dimana tenggat waktu kedua juga hampir berakhir.

Dengan demikian, kesempatan bagi Uni Eropa dan Troika Eropa dengan cepat bergerak dan hampir berakhir. Hassan Rouhani, Presiden Iran dalam sikap terbarunya terkait JCPOA hari Rabu, 14 Agusus mengatakan, "Dalam proses pengurangan komtimen (JCPOA), kami tetap melanjutkan perundingan, tapi bila di akhir tenggat 60 hari kedua kita tidak mencapai hasil, sudah pasti kami akan memulai tahapan ketiga dan setelah itu kami akan memberikan 60 hari kesempatan lagi, sehingga kita sampai pada solusi rasional, benar dan seimbang serta tetap pada komitmen dihadapan komitmen."

Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran

Bila Uni Eropa dan Troika Eropa benar-benar ingin melanjutkan kehidupan JCPOA, mereka harus segera mengambil langkah-langkah serius dan efektif dalam mengimplementasikan programnya untuk menggagalkan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, termasuk melaksanakan INSTEX. Tetapi bila Eropa masih tetap menjalankan kebijakan sebelumnya dengan mengulur-ulur waktu, maka jangan berharap Tehran melanjutkan komitmen JCPOA-nya. Karena hanya pernyataan yang dikeluarkan Josep Borrell dan para pejabat Troiko Eropa soal pentingnya mempertahankan JCPOA tidak akan membantu menyelesaikan kerumitan kondisi saat ini.