Ketika Cina Menahan Diplomat Inggris
https://parstoday.ir/id/news/world-i73035-ketika_cina_menahan_diplomat_inggris
Ketika ketegangan meningkat antara Cina dan beberapa negara Barat terkait protes warga yang dilakukan di Hong Kong, media-media Hong Kong melaporkan penangkapan seorang diplomat Inggris oleh Cina.
(last modified 2026-02-12T10:03:52+00:00 )
Aug 21, 2019 12:22 Asia/Jakarta

Ketika ketegangan meningkat antara Cina dan beberapa negara Barat terkait protes warga yang dilakukan di Hong Kong, media-media Hong Kong melaporkan penangkapan seorang diplomat Inggris oleh Cina.

Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Simon Cheng, seorang karyawan konsulat Inggris di Hong Kong, ditangkap selama perjalanan ke Shenzhen, Cina.

Sesuai dengan laporan ini, Simon Cheng, karyawan konsulat Inggris untuk Perdagangan dan Investasi di Hong Kong, telah terbang ke Shenzhen, Cina, pada 8 Agustus untuk menghadiri acara bisnis dan dijadwalkan untuk kembali ke Hong Kong pada hari itu juga, tapi kemudian ia ditahan.

Aksi protes di Hong Kong

Pemerintah Cina sejauh ini tidak menanggapi laporan mengenai penahanan seorang diplomat Inggris, tetapi kementerian luar negeri Inggris mengeluarkan pernyataan yang menyatakan keprihatinan.

Jika laporan penangkapan seorang diplomat Inggris oleh Cina benar, peristiwa itu bisa menjadi langkah Beijing berikutnya dalam menanggapi meningkatnya campur tangan London di Hong Kong. Beijing percaya bahwa kerusuhan yang sedang berlangsung di Hong Kong selama beberapa bulan terakhir adalah peristiwa yang tidak alami dan berasal dari intervensi asing.

Status istimewa Hong Kong sebagai pusat keuangan dan perdagangan di kawasan Asia Timur sangat penting bagi Cina dan menarik sejumlah besar investasi asing setiap tahun berkat posisi Hong Kong. Sekarang setelah ekonomi Cina terlibat dalam perang dagang dengan Amerika Serikat dan pertumbuhan ekonominya melambat, ada tangan-tangan tampaknya bekerja untuk mengganggu perdamaian Hong Kong.

Wilson Chong, ekonom senior di Kamar Dagang Hong Kong, mengatakan, "Gambaran keseluruhan ekonomi Hong Kong suram. Jika ketegangan berlanjut atau meningkat, itu mungkin berdampak negatif pada penjualan eceran dan mendorong wisatawan ke tujuan lain."

Sementara protes terus berlanjut, menurut berbagai statistik menunjukkan ketidakmampuan Hong Kong menarik para wisatawan dan modal asing serta begitu juga pengusaha ritel di pemerintah daerah ini, sehingga para pejabat Cina percaya bahwa intensitas dan berlanjutnya aksi protes di Hong Kong dipicu oleh faktor eksternal.

Dalam dua bulan terakhir, berbagai media telah mengeluarkan laporan yang patut direnungkan yang menunjukkan ada jejak-jejak pemerintah Barat dalam memprovokasi protes dan kerusuhan jalanan di Hong Kong. Bendera AS dan Inggris yang dibawa oleh oleh sejumlah demonstran Hong Kong atau pernyataan intervensi dari pejabat Barat, terutama Inggris, tidak diragukan lagi bahwa AS dan beberapa sekutunya, seperti Inggris, bertujuan untuk merugikan Cina dengan memicu kerusuhan yang lebih luas di Hong Kong.

Tujuan utama negara-negara Barat untuk memprovokasi pengunjuk rasa di Hong Kong adalah untuk merampas pemerintah Cina dari alat yang efektif ini (Hong Kong) dalam perdagangan dunia sehingga pemerintahan Trump dapat lebih mudah mendapatkan konsesi yang diperlukan dari pemerintah Beijing dalam negosiasi perdagangan.

Namun, terlepas dari harapan Amerika Serikat dan beberapa sekutunya dari konfrontasi dengan Cina lewat Hong Kong, perkembangan yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa negara-negara Barat sejauh ini gagal mendapatkan konsesi yang diperlukan dari Beijing. Di satu sisi, Cina juga telah menahan diri dalam menghadapi demonstran agar tidak dieksploitasi oleh para pemain Barat lebih lanjut, termasuk institusi hak asasi manusia.

Demonstran Hong Kong yang membawa bendera AS

Namun, penahanan seorang diplomat Inggris yang aktif di Hong Kong adalah langkah baru dan berbeda yang menunjukkan bahwa Cina tidak lagi ingin mengabaikan campur tangan terang-terangan negara-negara Barat, termasuk Inggris, dalam urusan Hong Kong. Pejabat Inggris telah berulang kali mengkritik Cina dalam beberapa pekan terakhir dengan mencampuri dalam urusan demonstrasi dan mendukung para demonstran. Dengan hampir tiga bulan sejak protes dimulai di Hong Kong, penahanan seorang diplomat Inggris dapat dilihat sebagai pesan yang jelas dari Cina ke Inggris dan negara-negara Barat lainnya bahwa gangguan yang terus menerus dalam urusan dalam negeri Cina dapat memiliki konsekuensi.