WSJ: Rudal Iran Tantangan Serius bagi AS dan Saudi
https://parstoday.ir/id/news/world-i74760-wsj_rudal_iran_tantangan_serius_bagi_as_dan_saudi
Salah satu surat kabar Amerika Serikat dalam artikelnya menyinggung perkembangan pesat angkatan bersenjata Iran. Menurutnya, rudal-rudal Iran menjadi tantangan serius bagi posisi Amerika di kawasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 15, 2019 18:03 Asia/Jakarta
  • rudal Soumar, Iran
    rudal Soumar, Iran

Salah satu surat kabar Amerika Serikat dalam artikelnya menyinggung perkembangan pesat angkatan bersenjata Iran. Menurutnya, rudal-rudal Iran menjadi tantangan serius bagi posisi Amerika di kawasan.

Fars News (15/10/2019) melaporkan, The Wall Street Journal menganalisa kemampuan militer Iran dan menulis, saat Pentagon bermaksud menempatkan pasukan dan senjata tambahan di Arab Saudi, kemampuan militer Iran sudah tumbuh pesat dan tidak bisa dibandingkatn dengan sebelumnya.

Koran Amerika itu menambahkan, Iran berbeda dari masa ketika terlibat konfrontasi langsung dengan Amerika pada tahun 1988, negara ini sekarang memiliki ribuan rudal yang sebagian besar mampu menjangkau Israel dan Mediterania, bahkan beberapa dari rudal itu mampu melumpuhkan sistem pertahanan udara Saudi.  

Iran, katanya, memiliki lebih dari 2 juta tentara reguler, tentara khusus, tentara cadangan dan sejumlah relawan rakyat yang dipersiapkan untuk situasi darurat.

Menurut WSJ, arsenal rudal Iran didasarkan pada strategi pertahanan terorganisir, dan pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, yang bertanggung jawab melindungi Iran dari musuh eksternal, mengelola mayoritas arsenal rudal Iran tersebut.

WSJ menyinggung pameran rudal Soumar, Iran pada tahun 2015 dan menyebutnya sebagai salah satu rudal jelajah Iran yang paling canggih dengan jarak tempuh 1800 kilometer.

"Rudal Patriot buatan Amerika yang juga dipasang di Saudi, tidak cocok untuk mengejar rudal-rudal jarak jauh atau rudal jelajah, tidak jelas apakah Patriot mampu melindungi Saudi lebih baik dari serangan seperti serangan ke Aramco," pungkasnya. (HS)