Venezuela Gandeng Kuba Lawan Kebijakan Amerika
-
Maduro, Diaz-Canel dan Raul Castro
Pemimpin Kuba dan Venezuela seraya mengecam kebijakan Amerika terhadap kedua negara ini menekankan resistensi melawan pendekatan permusuhan Washington.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Kuba Prensa Latina, Presiden Kuba saat ini, Miguel Díaz-Canel dan Raul Castro, mantan pemimpin negara ini bersama Presiden Venezuela Nicolas Maduro di akhir konferensi solidaritas yang dihadiri lebih dari 1300 aktivis sosial Amerika Latin di Havana, menekankan perlawanan terhadap kebijakan permusuhan Amerika.
Mereka menambahkan, sanksi Amerika terhadap Kuba dan Venezuela memperkuat tekad negara ini untuk saling bekerjasama melawan Washington.
Pemimpin Kuba dan Venezuela juga menolak tegas segala bentuk intervensi di instabilitas terbaru sejumlah negara Amerika Latin.
Maduro seraya menyebut dungu dakwaan Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) terkait intervensi Kuba di instabilitas Chile mengatakan,"Pelaku instabilitas ini adalah mantan diktator Pinochet dan IMF yang membuat kondisi Chile seperti saat ini. Rakyat Chile berhak mencari pengganti."
Sementara itu, Diaz-Canel terkait tudingan terhadap Kuba mengatakan, "Sebagian pihak menuding Kami memperparah instabilitas di negara-negara Amerika Latin, namun mereka menutup matanya terhadap realita, karena masyarakat awam yang turun ke jalan-jalan dan meneriakkan protes mereka."
"Trump dan sejumlah pejabat ekstrim yang menyerang revolusi Kuba, Venezuela dan kubu sayap kiri di Brazil, Bolivia dan Argentina," papar Diaz-Canel.
Aktivis sosial di pertemuan ini dan di statemen akhir mereka seraya menekankan pentingnya pencabutan blokade ekonomi AS terhadap Kuba, juga mengkritik kebijakan permusuhan Washington terhadap Caracas. (MF)