Dosen Universitas California Akui Akurasi Rudal Iran
-
Pangkalan AS, Ain al-Assad di Irak.
Dosen sejarah di Universitas Negeri California, David Yacoubian mengatakan akurasi rudal-rudal Republik Islam Iran telah merusak kalkulasi Amerika Serikat.
Yacoubian dalam wawancaranya dengan IRNA, Sabtu (25/1/2020), menuturkan Donald Trump telah mengubah AS menjadi pemerintahan tanpa hukum, dan tembakan akurat rudal-rudal Iran ke pangkalan militer AS telah mendorong Gedung Putih meninjau ulang kebijakan agresifnya terhadap Tehran.
Menurutnya, meskipun telah kehilangan Letnan Jenderal Qasem Soleimani, Iran dan poros perlawanan memperoleh kemenangan strategis dalam menghadapi AS.
"Kehadiran jutaan warga Iran dan Irak untuk melepas kepergian para pahlawannya di jalan-jalan dan teriakkan slogan-slogan "mampus imperialis Amerika' serta tuntutan pengusiran pasukan AS dari kawasan, menunjukkan bahwa aksi teror yang dilakukan Trump ini malah merugikan," ungkap Yacoubian.
Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari lalu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) pada 8 Januari, membalas tindakan terorisme AS dengan melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Ain al-Assad di Irak. (RM)